Jaguarinfo.id, Tapteng – Memasuki hari ke-4 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi warga terdampak dan menemukan korban hilang meski terkendala akses dan cuaca ekstrem.
Banjir besar dan longsor terjadi di sejumlah wilayah sejak empat hari lalu, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pesisir barat Sumatera Utara.
Korban Meninggal Meningkat, 100 Lebih Masih Dicari
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data terkini yang dihimpun posko SAR gabungan, total 72 orang meninggal dunia, sementara 100 lebih warga masih dalam pencarian.
Rincian korban sebagai berikut:
Tapanuli Tengah & Sibolga
Total terdampak: 2.302 KK
Selamat: 142 orang
Dievakuasi: 1.023 orang
Meninggal: 65 orang
Dalam pencarian: 84 orang
Tapanuli Selatan
Total terdampak: 23 orang
Meninggal: 7 orang
Dalam pencarian: 16 orang
Daerah yang terdampak banjir meliputi Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang, sementara titik longsor ditemukan di 7 lokasi di Tapanuli Tengah (Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Tapian Nauli) serta bencana banjir bandang–longsor di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, dan Batang Toru di wilayah Tapsel.
Sejumlah kawasan masih belum bisa diakses tim SAR akibat kerusakan parah pada infrastruktur. Akses yang terputus di antaranya:
Fransiskus Aek Tolang (jalan lintas kabupaten)
Jembatan Pandan Carita (jalan lintas nasional)
Jembatan Anggoli (jalan lintas nasional)
Bangunan publik seperti sekolah, kantor kecamatan, dan fasilitas umum lainnya turut mengalami kerusakan.
Beberapa area banjir mulai surut seperti Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, AMD, dan Pesantren, namun arus pengungsian masih terus berlangsung.
Lokasi pengungsian meliputi:
Tapteng: GOR Pandan
Sibolga: SMPN 5 Parombunan, Posko Terpadu Gedung Nasional
Tapsel: Bhayangkara dan titik pengungsian desa
Selain itu puluhan titik tempat penampungan darurat, masjid, dan aula seperti Aula Bank Indonesia, Masjid Istiqoma, Aula HKBP Sibolga Hutajulu, Masjid Taqwa Muhammadiyah, serta permukiman warga di sejumlah kelurahan.
Situasi pencarian masih diwarnai sejumlah hambatan:
Listrik padam dan jaringan komunikasi terbatas
Jalur darat putus dan wilayah masih terisolasi
Lumpur tebal dan sisa material banjir
Cuaca ekstrem dengan risiko banjir dan longsor susulan
Meski begitu, unsur SAR gabungan tetap bergerak menggunakan Rescue Car, sekoçi KN Nakula, LCR dengan mesin 30 PK, peralatan SAR air, peralatan medis, drone, peralatan mountaineering, hingga kantong jenazah.
Personel yang terlibat antara lain Pos SAR Sibolga, ABK KN Nakula, Kansar Nias, Pos SAR Simeulue, BPBD, Polres, Kodim, Polairud, KP Antareja, serta Mabes Airud.
Operasi pencarian difokuskan pada tiga skema:
1. Penyisiran aliran sungai dan pesisir dengan LCR
2. Penyelaman dan observasi kawasan rendaman lumpur
3. Pencarian jalur darat di titik-titik longsor
Hingga pagi ini, tim masih mendeteksi kemungkinan korban berada di sekitar kawasan permukiman dekat sungai dan lokasi longsor yang belum dapat dijangkau.
Evakuasi lanjutan dan pendataan pengungsi
Penambahan personel untuk proses pencarian korban hilang.
Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi.
Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan pola siaga penuh sampai seluruh korban ditemukan.

















