BREAKING NEWS ! Warga Sulut Keluhkan Kenaikan Pajak Kendaraan di Tahun 2026, Ini Penjelasan Resmi Samsat Manado

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Manado – Sejumlah wajib pajak di Sulawesi Utara dikejutkan dengan kenaikan nilai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang cukup signifikan pada awal tahun 2026. Hal ini memicu banyaknya pertanyaan dari masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Salah satu warga Kairagi Manado, Heryanto Manoppo, mengungkapkan keheranannya saat mengecek tagihan pajak kendaraannya melalui aplikasi sistem informasi mobile Samsat Sulut.

​Heryanto menjelaskan bahwa nilai pajak yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) miliknya sebelumnya hanya sebesar Rp5 juta. Namun, saat akan melakukan pembayaran di tahun 2026, nilai yang muncul dalam sistem melonjak menjadi Rp7 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Saya kaget kenapa tiba-tiba ada kenaikan sebesar 2 juta rupiah. Di STNK tertulis 5 juta, tapi di sistem mobile sudah jadi 7 juta rupiah. Ini dasar kenaikannya apa?” ujar Heryanto pada Minggu (4/1/2026).

​Senada dengan Heryanto, pantauan di berbagai platform media sosial menunjukkan tren serupa. Banyak netizen yang mempertanyakan validitas data pada sistem informasi Samsat dan mengeluhkan kurangnya sosialisasi mengenai perubahan tarif tersebut.

Baca Juga :  Norwegia Permalukan Italia 4-1 di Giuseppe Meazza, Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2026

​Menanggapi polemik tersebut, Kepala UPTD Samsat Manado Michael Langelo memberikan klarifikasi terkait perubahan nominal pajak yang terbaca di sistem. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan berakhirnya masa berlaku kebijakan tertentu di tingkat daerah.

Iya mengatakan implementasi Penyesuaian tarif PKB sebenarnya sudah diatur dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) serta Peraturan Daerah (Perda) terkait yang berlaku sejak Januari 2025.

​Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur yang memberikan kebijakan ekuivalensi.

Kebijakan ini membuat nominal pajak yang dibayarkan masyarakat pada tahun 2025 tetap setara dengan tahun sebelumnya, meskipun tarif baru sudah disahkan.

​Memasuki tahun 2026, kebijakan ekuivalensi atau “keringanan transisi” tersebut telah berakhir. Karena belum ada Surat Edaran (SE) terbaru atau regulasi tambahan untuk memperpanjang relaksasi tersebut, maka sistem secara otomatis menghitung nilai pajak berdasarkan nilai murni sesuai regulasi UU HKPD dan Perda terbaru.

Baca Juga :  Warga Dukung Penuh Operasional Bus BTS di Manado

​”Masyarakat perlu memahami bahwa perbedaan nominal PKB di tahun 2026 terjadi karena masa berlaku ekuivalensi tarif berdasarkan SE Gubernur tahun 2025 telah berakhir. Saat ini, sistem penghitungan pajak kembali merujuk sepenuhnya pada aturan dasar UU HKPD dan Perda terbaru,” ujar Langelo

​Pihak Samsat menegaskan bahwa selama belum ada kebijakan relaksasi atau instruksi baru dari pemerintah pusat maupun daerah di tahun 2026 ini, maka nilai yang tertera dalam sistem informasi adalah nilai normal yang sah secara hukum.

​Masyarakat diimbau untuk tetap mengecek informasi secara berkala melalui saluran resmi dan memahami bahwa perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian regulasi pajak daerah secara nasional yang telah dijadwalkan sejak tahun-tahun sebelumnya.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jufri Mantak Menangkan Pilhut Desa Wineru 2026
Demo Mahasiswa di DPRD Sulut Berujung Ricuh, Polda Sulut Pastikan Tindakan Sesuai SOP
Kejati Sulut Tahan Eks Kadis ESDM Terkait Dugaan Korupsi Tambang Emas PT HWR
Muhammad Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah di Moto3 Junior World Championship 2026
PT DAW Gelar AHM Technical Skill Contest 2026, Tingkatkan Kualitas Layanan Teknisi Honda
Satgas PASTI Tindak 36 Usaha Gadai Ilegal di Sulawesi Utara dan Gorontalo
Dedi Taufik: Sulawesi Utara Punya Modal Kuat Jadi Tujuan Investasi Unggulan
Bank Indonesia dan Pemprov Sulut Gelar Capacity Building untuk Genjot Investasi Daerah
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:52 WITA

Jufri Mantak Menangkan Pilhut Desa Wineru 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:29 WITA

Demo Mahasiswa di DPRD Sulut Berujung Ricuh, Polda Sulut Pastikan Tindakan Sesuai SOP

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kejati Sulut Tahan Eks Kadis ESDM Terkait Dugaan Korupsi Tambang Emas PT HWR

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:52 WITA

Muhammad Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah di Moto3 Junior World Championship 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:46 WITA

PT DAW Gelar AHM Technical Skill Contest 2026, Tingkatkan Kualitas Layanan Teknisi Honda

Berita Terbaru

​Jufri Mantak didampingi istri saat memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Wineru, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, pada 17/06/26.

DAERAH

Jufri Mantak Menangkan Pilhut Desa Wineru 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 18:52 WITA