Jaguarinfo.id, Manado – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, memaparkan data terbaru terkait ekonomi nasional resilien.
Ia menjelaskan detail ketahanan ekonomi Indonesia ini kepada para jurnalis dalam kegiatan bincang media bertajuk SENJA (Sinergi dan Jalin Komunikasi). Kegiatan penting tersebut berlangsung di Ruang Tondano KPw BI Provinsi Sulut pada 21/07/26.
Pemaparan tersebut menyoroti kinerja perekonomian domestik yang tetap kuat meski menghadapi berbagai dinamika global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tetap terjaga berkat permintaan domestik yang solid.
Selain itu, akselerasi konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga juga berperan penting. Faktor investasi serta ekspor turut memberikan dampak positif bagi stabilitas saat ini.
Faktor Pendukung Ekonomi Nasional Resilien
Joko menegaskan bahwa Bank Indonesia konsisten menerapkan bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
Stabilitas nilai tukar Rupiah juga terus menguat berkat cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing ke instrumen domestik.
”Kinerja perekonomian nasional tetap resilien, ditopang oleh permintaan domestik yang kuat serta ketahanan eksternal yang terjaga,” ungkap Joko mengutip data pemaparan.
Lebih lanjut, sistem keuangan menunjukkan kinerja yang sangat mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan. Hal ini terlihat jelas dari angka inflasi nasional yang terkendali. Peningkatan transaksi digital di masyarakat juga memperkuat fundamental sistem keuangan.
”Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap mendukung pertumbuhan, tercermin dari inflasi yang terkendali dan kredit perbankan yang tetap kuat,” jelasnya.
















