Jaguarinfo.id, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin rapat koordinasi pencegahan Karhutla di Sulut bersama jajaran Forkopimda dan para pemangku kepentingan. Pertemuan krusial ini berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sulut pada 26/08/26.
Langkah strategis ini bertujuan merespons kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang membawa suhu panas dari Samudra Pasifik dan mengeringkan wilayah daratan.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa unsur pemerintah tidak memiliki agenda pemaparan materi panjang lebar, melainkan langsung fokus pada penyamaan frekuensi penanganan di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat kebakaran sudah mulai muncul di beberapa daerah seperti Minahasa Tenggara, koordinasi cepat menjadi harga mati.
”Karena peristiwa ini sudah terlanjur terjadi, maka fokus kita sekarang adalah mencegah agar kejadian tersebut tidak kembali terjadi. Untuk itu, kita perlu menyamakan frekuensi dan langkah bersama,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pencegahan Karhutla di Sulut
Selanjutnya, pemerintah provinsi terus memantau kemunculan titik panas di 15 kabupaten dan kota.
Berdasarkan data terbaru, wilayah Sitaro mencatat laporan titik panas terbanyak. Sebaliknya, wilayah Minahasa memiliki jumlah titik api paling sedikit. Oleh sebab itu, Gubernur meminta seluruh kepala daerah agar menggencarkan sosialisasi secara masif kepada warga.
Lebih lanjut, kebiasaan masyarakat membakar lahan untuk menyuburkan tanah harus segera berhenti sementara waktu.
Apalagi, angin kencang berpotensi menerbangkan bara api dan memicu kebakaran meluas.
Oleh karena itu, sektor pertanian dan kesehatan wajib turun tangan mengedukasi masyarakat terkait potensi kerugian lahan dan ancaman dehidrasi.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait juga wajib melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 sebagai pedoman utama.
”Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, satu titik api kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” Tegas Yulius.
















