Jaguarinfo.id, Manado – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Bertha, sukses mempromosikan Kerajinan Bambu Batik pada ajang Urban Digifest 2026.
Pameran ini berlangsung meriah di Atrium Manado Town Square 3.
Bertha mulai menekuni usaha kerajinan bambu batik ini sejak 13 tahun lalu. Awalnya, ia mendapat inspirasi dari orang tuanya yang berprofesi sebagai pembuat alat musik bambu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, ia mengembangkan berbagai jenis produk dengan memanfaatkan bambu dari kebun miliknya sendiri. Lokasi produksinya pun kini sering menjadi daya tarik bagi turis yang berkunjung.
Tantangan dan Peluang Kerajinan Bambu Batik
Dalam perjalanannya, usaha yang mempekerjakan tiga orang anggota keluarga ini sempat terdampak pandemi Covid-19 sebelum akhirnya bangkit kembali.
Bertha juga menceritakan bahwa ia pernah mendapat tawaran ekspor, tetapi terpaksa menolaknya karena keterbatasan bahan baku dan modal.
”Ekspor belum bisa karena mengingat modal juga belum sesuai. Saya takutnya jangan sampai ada permintaan lebih, terus tidak bisa memenuhi. Karena proses pembuatan ini mengharuskan bambu benar-benar kering, dan pengeringan bambu itu tidak tergantung dari cuaca,” ujar Bertha saat wawancara di stannya, Kamis (13/08/26).
Bertha juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara yang telah mengundangnya berpartisipasi dalam pameran tersebut.
”Ya, boleh dikata Bank Indonesia mendukung saya dengan sangat baik. Saya juga terima dengan baik, karena selama ini dari Bank Indonesia memang baru kali ini. Dengan adanya kegiatan ini, saya harap usaha ini bisa lebih maju dan semakin dikenal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto, saat pembukaan Urban Digifest 2026 pada Rabu (12/08/26), menegaskan tujuan besar dari pameran digital ini.
”Pada tahun ini, kami menargetkan Urban Digifest dapat dikunjungi oleh lebih dari 60 ribu masyarakat, melibatkan lebih dari 200 UMKM, mencatatkan transaksi lebih dari Rp6 miliar, serta mendorong realisasi pembiayaan UMKM lebih dari Rp3 miliar. Namun, keberhasilan kegiatan ini bagi kami bukan hanya tentang angka. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Urban Digifest mampu menghasilkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi UMKM dan perekonomian Sulawesi Utara,” jelas Joko.
Kehadiran UMKM lokal dalam pameran skala besar seperti ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing serta memperluas akses pasar bagi produk-produk kreatif daerah.
















