Jaguarinfo.id, Manado – Ajang Urban Digifest 2026 yang mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi” tidak hanya berfokus pada digitalisasi UMKM.
Kegiatan ini juga langsung mengintegrasikan sektor pariwisata daerah. Salah satu daya tarik utama muncul dari stan Manengkel Solidaritas di Manado Town Square pada Sabtu (15/08/26).
Mereka secara aktif mempromosikan pariwisata Desa Kapitu yang terletak di Kabupaten Minahasa Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, program ekowisata ini menawarkan berbagai keunggulan menarik bagi para pengunjung.
Desa Kapitu memiliki potensi wisata bawah air yang sangat kaya. Fokus utama kegiatan mereka mencakup pelestarian terumbu karang serta aktivitas penyelaman.
Pesona Alam dan Potensi Pariwisata Desa Kapitu
Pameran ini membuka mata banyak pihak mengenai pesona tersembunyi di Minahasa Selatan.
Marine Program Coordinator, Tony Imanuel, menjelaskan perubahan pandangan masyarakat setelah melihat pameran tersebut.
”Sekarang orang makin tahu terkait Kapitu. Sebelumnya orang tahu Kapitu hanya untuk singgah ngopi dan makan biapong, ternyata ada tempat diving. Ternyata Kapitu itu salah satu desa wisata juga. Selain kulinernya, pengunjung bisa diving, menikmati sunset, dan wisata mangrove,” ungkap Tony.
Sebagai hasilnya, promosi pariwisata Desa Kapitu mulai menarik perhatian banyak pihak, baik turis lokal maupun mancanegara.
”Akhirnya banyak orang yang datang dan mulai tertarik. Minggu depan sudah ada wisatawan dari Thailand yang mau menyelam. Harapannya untuk Urban Digifest seperti ini, mungkin bisa diadakan lebih banyak lagi dan lebih sering,” tambahnya.
Kolaborasi antara pelestarian lingkungan dan promosi inovatif di Urban Digifest 2026 diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat desa setempat.
















