Jaguarinfo.id, Jakarta – Sebanyak 62.193 jemaah haji diberangkatkan menuju Tanah Suci hingga hari kesebelas operasional haji 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji 1447 H tahun ini berjalan sangat dinamis dan terkendali.
Pemerintah memastikan seluruh proses keberangkatan dari berbagai embarkasi di Indonesia tetap mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.
Progres 62 Ribu Jemaah Haji Diberangkatkan ke Madinah
Hingga Kamis (30/4/2026), tercatat 159 kelompok terbang (kloter) telah mengudara menuju Arab Saudi. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, memaparkan bahwa jemaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, sebagian jemaah mulai bergerak meninggalkan Madinah untuk menuju Makkah guna melaksanakan umrah wajib.
”Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria pada Jumat (1/5/2026).
Komitmen Pemerintah Melawan Praktik Haji Ilegal
Di tengah tingginya angka jemaah haji diberangkatkan secara resmi, Kemenhaj memperketat pengawasan terhadap jalur non-prosedural.
Masyarakat harus selalu waspada haji ilegal yang menjanjikan keberangkatan tanpa antrean resmi. Maria menegaskan bahwa perlindungan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam kebijakan tahun ini.
Pemerintah juga mengancam akan memberikan sanksi berat bagi pihak yang melanggar aturan.
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegas Maria.
Ia menambahkan bahwa izin operasional KBIHU bisa saja dicabut jika terbukti terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dalam Operasional Haji 2026
Petugas juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan jemaah akibat suhu panas yang menyentuh 39 derajat Celsius.
Jemaah perlu mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti payung dan rutin minum air mineral.
Langkah ini bertujuan agar jemaah tetap bugar saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti.
Selain itu, jemaah yang akan beribadah di Masjidil Haram sebaiknya berangkat dua jam lebih awal.
Penggunaan Bus Shalawat menjadi solusi utama untuk menembus kepadatan kota Makkah.
“Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” pungkas Maria.
















