Jaguarinfo.id, Manado – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjamin bahwa distribusi Biosolar di Manado tetap berjalan normal dan terkendali hingga saat ini. Perusahaan terus memantau pergerakan stok di setiap SPBU untuk merespons adanya antrean kendaraan yang meningkat belakangan ini.
Fenomena tersebut terjadi karena banyak pengguna kendaraan beralih ke produk subsidi pasca penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Oleh karena itu, penyaluran solar subsidi kini menjadi fokus utama pengawasan di lapangan.
Langkah Strategis Pengamanan Distribusi Biosolar di Manado
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa stok energi dalam kondisi sangat mencukupi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertamina secara rutin mengevaluasi data transaksi digital untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan kuota di setiap pangkalan.
Selain itu, petugas SPBU wajib menjalankan aturan pembatasan volume harian sesuai regulasi BPH Migas agar stok solar di Sulawesi Utara tetap terjaga bagi masyarakat yang berhak.
Kolaborasi Pertamina dan Aparat Amankan Penyaluran Solar Subsidi
Guna menciptakan situasi yang tertib, Pertamina menjalin kerja sama erat dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Kota Manado.
Kehadiran petugas keamanan di SPBU berfungsi untuk mengatur lalu lintas antrean sekaligus menertibkan oknum yang mencoba melanggar aturan distribusi.
Pertamina juga terus mempercepat proses verifikasi QR Code Subsidi Tepat agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan bakar subsidi secara legal dan teratur.
“Pertamina terus melakukan monitoring distribusi dan konsumsi Biosolar di SPBU, termasuk memperkuat koordinasi dengan aparat terkait agar penyaluran berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan,” ujar Lilik Hardiyanto dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Komitmen Pelayanan Melalui Sistem Monitoring Digital
Teknologi digital kini menjadi garda terdepan Pertamina dalam memantau distribusi energi secara real-time.
Melalui evaluasi transaksi harian, perusahaan dapat mendeteksi lonjakan konsumsi yang tidak wajar secara cepat.
Jika warga menemukan kendala layanan atau melihat indikasi kecurangan, Pertamina menyediakan layanan pengaduan melalui Contact Center 135.
Upaya terpadu ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional di tingkat regional.

















