Jaguarinfo.id, Manado – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tidak hanya tersohor dengan keindahan bahari dan komoditas palanya yang mendunia.
Kekayaan kuliner daerah ini juga terus berkembang dan mencuri perhatian melalui sajian unik yang menggugah selera, yakni kopi campur kenari.
Bagi para penikmat kopi, sajian khas Sitaro ini memberikan pengalaman mencicipi cita rasa yang berbeda. Perpaduan antara kepekatan kopi hitam lokal dengan gurihnya kacang kenari menciptakan tekstur dan aroma yang sangat khas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minuman hangat ini kini menjadi salah satu incaran utama, baik oleh masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah kepulauan tersebut.
Kacang kenari segar yang diperoleh dari hasil bumi Sitaro umumnya disangrai terlebih dahulu hingga mengeluarkan aroma harum, kemudian ditumbuk kasar atau diiris tipis sebelum dicampurkan ke dalam seduhan kopi panas.
Minyak alami dan sensasi renyah dari kenari yang bercampur dengan panasnya kopi memberikan aftertaste yang gurih, membuat sajian ini sangat pas dinikmati pada pagi atau sore hari sebagai teman bersantai.
Selain memperkaya khazanah kuliner di Sulawesi Utara, eksistensi kopi kenari ini juga membawa dampak positif bagi pergerakan ekonomi lokal. Menu unik ini turut mendorong geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kedai-kedai kopi di Sitaro, yang secara langsung juga membantu memberdayakan dan menyerap hasil panen para petani kenari setempat.
Dengan potensinya yang kian diminati, kopi campur kenari diharapkan tidak hanya sekadar menjadi komoditas konsumsi harian, tetapi juga berkembang menjadi ikon baru pariwisata Sitaro yang mampu mendongkrak daya tarik kunjungan ke daerah tersebut.
Keunikan cita rasa kopi kenari ini turut diakui oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto.
Melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya pada Jumat (31/07/26) sebelum melaksanakan kegiatannya, ia membagikan momen saat bersama Plt Bupati Sitaro. Baginya, ini merupakan pengalaman pertama mencicipi sajian khas tersebut di Sitaro.
”Pagi ini saya bersama pak PLT Bupati Sitaro menikmati Kopi Kenari, kopi yang tidak saya temukan dari daerah lain, kopinya kopi robusta, baru kali ini saya menikmatinya ini luar biasa dimana ini menjadi produk komunitas lokal yang menjadi unggulan,” kata Joko dalam postingannya di Media Sosial Instagram.

Tidak hanya memikat para pejabat atau tamu yang datang berkunjung, kopi kenari ini memang sudah lekat dengan keseharian masyarakat setempat. Fernando Wadudi, salah seorang warga Sitaro, menuturkan bahwa warga juga sehari-hari sering menikmati sajian kopi kenari ini.
”Sudah jadi kebiasaan sehari-hari warga di sini untuk menikmati kopi kenari. Campuran kopi dan kenarinya sangat pas, rasanya lebih gurih dan beda dari kopi biasa, cocok dinikmati setiap hari,” ungkap Fernando.
Perpaduan cita rasa otentik dan dukungan dari berbagai kalangan ini semakin mengukuhkan kopi kenari sebagai sajian istimewa yang pantang dilewatkan oleh siapa pun yang menginjakkan kaki di tanah Sitaro.
















