Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara sukses mencatatkan total transaksi fantastis sebesar Rp3.014.826.462 pada puncak acara Urban Digifest 2026.
Acara kolaborasi bertajuk Urban Digifest X Sulut Coffee Fest ini berlangsung sangat meriah di Manado Town Square pada 15/08/26.
Sejak tahap Road to hingga hari ketiga pelaksanaan, kegiatan ini berhasil menarik perhatian 42.082 pengunjung. Angka kunjungan tersebut tentu akan terus bertambah seiring waktu hingga penutupan pameran pada 16/08/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pameran ini melibatkan 233 pelaku UMKM yang mencakup 127 UMKM makanan minuman kemasan, 50 UMKM kriya, 28 UMKM kopi, 20 UMKM siap saji, 3 UMKM pangan, serta 5 UMKM pendukung desa wisata.
Meskipun mencetak angka transaksi jual beli yang besar, Kepala KPw BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto, menekankan bahwa esensi acara jauh lebih penting daripada sekadar data kuantitatif.
”Namun, bapak/ibu hadirin sekalian, refleksi kami tidak hanya berhenti pada capaian angka,” ujar Joko dalam sambutannya.
Dampak Nyata Urban Digifest 2026 bagi Kemajuan UMKM
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Karenanya BI memperkuat acara ini melalui berbagai kegiatan seperti business matching pembiayaan, promosi perdagangan dan ekspor, edukasi pelindungan konsumen, hingga workshop keterampilan praktis bagi pelaku usaha.
”Urban Digifest harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: apakah UMKM semakin naik kelas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, terciptanya wirausaha baru, serta apakah digitalisasi semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara,” jelasnya.
KPw BI Sulut juga menjadikan QRIS sebagai media transaksi utama selama acara berlangsung.
Langkah strategis ini bertujuan memperluas akseptasi pembayaran digital bagi pelaku usaha sekaligus mengedukasi masyarakat luas.
”Ke depan, kami berharap keberhasilan Urban Digifest tidak semata diukur dari ramainya kegiatan, tetapi dari dampak yang tetap hidup setelah kegiatan berakhir,” tegas Joko.
Melalui sinergi dan pencapaian ini, KPw BI Sulut berharap seluruh ekosistem digital UMKM di Sulawesi Utara dapat terus tumbuh mandiri, kuat, dan memberikan kontribusi nyata bagi roda perekonomian daerah di masa mendatang.
















