Tokoh Adat Ishak Tambani Ajak Masyarakat Minahasa Utara Waspada Ancaman Karhutla

- Aldy Pascoal

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tonaas Wangko Ishak Tambani mengajak masyarakat bersinergi mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Tonaas Wangko Ishak Tambani mengajak masyarakat bersinergi mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Jaguarinfo.id, Minahasa Utara – Musim kemarau ekstrem kini melanda wilayah Sulawesi Utara. Oleh karena itu, Ketua Umum Ormas Pa’esa’an Ne Tu’a Tu’a Mina’esa (PNTTM), Tonaas Wangko Ishak Tambani, meminta masyarakat mewaspadai ancaman Karhutla Minahasa Utara. Ia menyampaikan peringatan tegas ini pada Rabu (29/07/26).

​Ishak menyoroti potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat angin kencang melanda. Bencana ini merusak ekosistem dan memicu kabut asap tebal. Kabut asap tersebut tentu membahayakan kesehatan pernapasan serta mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Selanjutnya, tokoh adat ini melarang masyarakat membuka lahan atau membersihkan kebun dengan cara membakar. Warga juga wajib memadamkan puntung rokok secara total dan tidak membakar sampah sembarangan di pekarangan rumah.

​”Torang samua ciptaan Tuhan yang wajib menjaga alam ini. Kondisi kemarau kering dan embusan angin kencang sangat rentan memicu kebakaran besar yang dampaknya bisa fatal bagi ekosistem dan rumah kita. Menjadi tanggung jawab kita bersama, dan butuh kehadiran nyata pemerintah, untuk sungguh-sungguh melindungi tanah Minahasa Utara,” tegas Izhak, Rabu (29/07/26).

​Sinergi Cegah Ancaman Karhutla Minahasa Utara

​Izhak mengajak seluruh Walian dan pemangku adat untuk terus menyisipkan pesan lingkungan dalam setiap pertemuan adat.

Baca Juga :  Peluncuran New Honda Vario 125 di Manado Meriahkan Megamall

​Sebagai langkah nyata, Ishak mendorong warga untuk menggelorakan kembali semangat Mapalus. Masyarakat bisa menggelar ronda malam atau patroli bersama menyusuri area rawan kebakaran.

​”Menjaga tanah leluhur bukan hanya soal merawat budayanya, tetapi juga melindungi fisiknya dari kehancuran akibat api. Mari satukan tekad, jaga kebersamaan, dan pastikan tanah Tonsea yang kita cintai ini tetap aman, hijau, dan bebas dari bencana,” pungkasnya.

Pada akhirnya, sinergi kuat antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah akan menjadi tameng utama. Kerja sama ini pasti mampu mencegah ancaman Karhutla di Minahasa Utara selama puncak musim kemarau panjang tahun ini.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok
Jelang SMSI 2026, Forum Peduli GMIM Sampaikan 5 Poin Pernyataan Sikap di Manado
Pentingnya Etika Berkendara, DAW Ajak Pengendara Bangun Kesadaran Bersama
Aplikasi Daya Auto Hadirkan Solusi Praktis Ingat Jadwal Servis Motor Honda
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:18 WITA

Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:34 WITA

Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok

Berita Terbaru