Jaguarinfo.id, Manado – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan inovasi cemerlang. Yannie Handicraft sukses memasarkan berbagai produk kerajinan uniknya di ajang Urban Digifest 2026.
Pameran bergengsi ini berlangsung meriah di Manado Town Square 3 sejak 12/08/26 hingga 16/08/26. Bank Indonesia (BI) secara aktif mendukung pameran ini untuk memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.
Perjalanan Yannie Handicraft Menuju Urban Digifest 2026
Awalnya, usaha ini hanya memproduksi kerajinan dari sisik ikan. Namun, Cahyani selaku pemilik terus mengembangkan bisnisnya. Ia kemudian menjadi mitra BI pada tahun 2017.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, BI menunjuk usahanya masuk dalam kelompok 6 Wanwa sekaligus menjadi binaan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (Wubi) angkatan pertama pada tahun 2020.
Pembinaan selama satu tahun tersebut menjadi bekal berharga bagi Cahyani. Ia sukses menambah variasi produk hingga menembus pameran di Amerika Serikat pada 2024, serta berangkat secara mandiri ke pameran Eropa pada bulan April lalu berkat bimbingan intensif BI.
Saat wawancara di lokasi pameran pada 16/08/26, Cahyani menyampaikan rasa syukurnya. Ia merasa pameran Urban Digifest 2026 sangat membantu promosi penjualannya.
”Aduh saya luar biasa sekali, terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah mendukung kami untuk pameran di Urban Digifest. Di sini ajang kami untuk bisa mempromosikan produk dan lebih memperluas pasar,” ujar Cahyani.
Konsumen ternyata sangat menyukai produk buatan tangan berbahan dasar alam. Oleh karena itu, stok produk Yannie Handicraft laku keras dan hanya tersisa sedikit di bagian belakang stan.
Cahyani menjelaskan bahwa ia menggunakan teknik ecoprint. Ia menempelkan daun pada kain putih, lalu menggulung, mengikat, dan mengukusnya selama dua jam.
Setelah itu, ia membiarkan kain tersebut semalaman untuk menghasilkan jejak motif daun yang indah.
Melihat antusiasme pengunjung, Cahyani menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan acara serupa.
”Harapan saya sih kalau bisa setiap bulan ada. Kan ini hanya setahun sekali ya, semoga kedepannya semakin lebih, ya sebenarnya sudah bagus sih,” tambahnya.
Kehadiran produk lokal berkualitas di pameran semacam ini tentu memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ke depannya, instansi terkait perlu terus melanjutkan kolaborasi bersama perajin agar lebih banyak UMKM daerah yang mampu mendunia.
















