Jaguarinfo.id, Jakarta – Pergerakan saham Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan penurunan pada perdagangan Senin (24/08/26). Penurunan harga saham ini terjadi bertepatan dengan ramainya polemik pemblokiran rekening milik Supriyono alias Mas Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Bursa mencatat, saham Bank Mandiri berada di level Rp4.200 per lembar pada Selasa (25/08/26) pukul 10.00 WIB. Angka tersebut merosot Rp20 atau 0,47 persen dari penutupan hari sebelumnya.
Kapitalisasi pasar emiten ini mencapai Rp388,08 triliun dengan rasio Price-to-Earnings (P/E) 6,29 kali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjelasan Manajemen Terkait Polemik Saham Bank Mandiri dan Rekening Nasabah
Sebelumnya, warganet mengkritik keras Bank Mandiri sejak Jumat (21/08/26). Mereka menyoroti tindakan bank terhadap rekening Mas Botok yang berisi dana donasi aksi demonstrasi sekitar Rp80,9 juta.
Selain itu, netizen bahkan menyerukan penarikan dana massal melalui berbagai platform media sosial.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen akhirnya memberikan penjelasan resmi pada Minggu (23/08/26).
Bank Mandiri menegaskan bahwa mereka tidak mengambil keputusan sepihak. Manajemen hanya menjalankan prosedur perbankan berdasarkan permintaan resmi aparat penegak hukum.
”Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri dalam keterangannya melalui Instagram.
Sementara itu, Polda Metro Jaya juga memberikan klarifikasi terbaru. Polisi menyatakan bahwa penyidik hanya meminta pihak perbankan melakukan penundaan transaksi, bukan pemblokiran rekening secara permanen.
















