Jaguarinfo.id, Jakarta – Polri terus memperkuat upaya pencegahan karhutla dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat luas. Lemdiklat Polri telah menyiapkan 403 personel khusus sebagai tim penyuluh.
Tim ini akan turun langsung ke delapan wilayah rawan kebakaran di area Kalimantan dan Sumatera guna memberikan pemahaman mendalam terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat krusial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panca menegaskan penanganan tidak boleh hanya bermodal pemadaman, tetapi wajib menyasar pada peningkatan pemahaman warga.
“Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan,” ujar Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak di Jakarta, 25/08/26.
Sinergi Polri Mendukung Pencegahan Karhutla
Selanjutnya, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono menilai faktor kelalaian manusia sering menjadi pemicu utama kebakaran. Kurangnya sosialisasi membuat warga kerap abai terhadap dampak lingkungan.
Oleh sebab itu, personel Polri akan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Binmas Polda serta tokoh masyarakat lokal agar edukasi tepat sasaran.
“Kalau namanya kesalahan manusia berarti mereka kurang sosialisasi. Sehingga pada waktu nanti para siswa, para perwira siswa ini diterjunkan ke wilayah, mereka akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya mereka lebih jelas,” ujarnya.
Sementara itu, pendekatan humanis ini tetap berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menegaskan aparat akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan apabila kedapatan melanggar.
“Kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, tentunya tidak akan selesai masalahnya. Kami bekerja sama dengan Baharkam, khususnya Korbinmas, untuk mencegah lebih dini, menyadarkan masyarakat dengan upaya-upaya sosialisasi ataupun proses edukasi di lapangan,” ujarnya.
















