Jaguarinfo.id, Bitung – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut meluncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat guna menjamin ketersediaan uang layak edar di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini resmi dimulai dari Dermaga Samuel Languju, Bitung, pada 23/06/26 dan akan berlangsung hingga 29/06/26.
Sinergi Menjaga Kedaulatan Ekonomi melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat
Tim ekspedisi dijadwalkan menyambangi lima pulau terpencil di Sulawesi Utara, yakni Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas. Langkah ini merupakan wujud nyata amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 untuk memastikan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara tersebar merata hingga ke pelosok negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan rincian agenda tersebut saat pelepasan tim di Bitung.
“Ada 5 pulau yang akan kita kunjungi: Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas. Dan nantinya memerlukan waktu kira-kira 7 hari, tanggal 23 hari ini sampai dengan 29 Juni 2026,” ujar Joko.
Joko juga menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi bangsa.
“Program ini merupakan sinergi yang kuat, sinergi yang strategis antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi ini mencerminkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya pada aspek pertahanan semata, tetapi juga pada aspek kedaulatan ekonomi,” tambahnya.
Sejak 2012, sinergi BI dan TNI AL telah merampungkan 150 kegiatan serupa di 766 pulau di seluruh Nusantara.
Pada tahun 2026 ini, BI menargetkan 23 kegiatan distribusi uang untuk menjangkau 115 pulau terluar di Indonesia.
Upaya berkelanjutan ini membuktikan komitmen negara dalam memastikan Rupiah tetap menjadi alat pembayaran yang sah, sekaligus simbol kedaulatan ekonomi yang hadir di setiap jengkal wilayah NKRI.
















