Jaguarinfo.id, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menunjukkan gerak cepat dalam menangani bencana alam yang menimpa Kabupaten Kepulauan Sitaro. Didampingi Ketua TP PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus, Gubernur meninjau langsung proses pemuatan dan pengiriman bantuan logistik serta personel bantuan di Pelabuhan Manado, Senin (5/1/2026) sore.
Pengiriman bantuan ini menggunakan KM Barcelona yang dijadwalkan bertolak dari Manado dan diperkirakan tiba di Sitaro pada Selasa, 6 Januari 2026 dini hari.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh, Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, Kasdam XIII/Merdeka dan Danrem 131/Santiago, Jajaran Pejabat di Lingkungan Pemprov Sulut serta Forkopimda lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Sitaro. Ia mengungkapkan bahwa informasi bencana diterima sejak pukul 02.30 WITA akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang.
”Cuaca begitu ekstrem yang berdampak terjadinya banjir dengan membawa material kayu dan bebatuan. Ada dua desa yang tertimpa bencana cukup parah, sehingga warga harus dievakuasi keluar dari desa tersebut,” ujar Gubernur Yulius.
Gubernur juga menyoroti perlunya alat berat di lokasi untuk membersihkan material sisa bencana.
“Saya lihat untuk batu-batu besar harus diangkat dengan ekskavator. Koordinasi antara Pemda Sulut dan Pemkab Sitaro terus ditingkatkan, dan kami berupaya memberdayakan alat-alat yang ada di sana terlebih dahulu,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya mengirimkan bahan pokok, tetapi juga bantuan kekuatan personel untuk mempercepat pemulihan di lokasi bencana.
Sekitar 500 personel TNI dan Polri diberangkatkan untuk membantu evakuasi dan meringankan beban masyarakat.
Hingga saat ini, tercatat ada 13 korban, di mana 2 orang masih dalam pencarian.
Kurang lebih 200 orang terdampak bencana, termasuk kerusakan yang terjadi pada fasilitas umum seperti Polres Sitaro.
Gubernur menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di Sitaro.



















