Pebalap Honda di MotoGP Belajar Tari Kecak dan Sapa Bikers Bali

- Aldy Pascoal

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pebalap Honda di MotoGP, Joan Mir (kiri) dan Luca Marini (kanan), disambut dengan pengalungan bunga setibanya di Bali, Minggu (2/3/2026). Kedatangan dua rider HRC ini bertujuan untuk mengenal budaya lokal sekaligus menyapa komunitas sepeda motor Honda sebelum berlaga di GP Brasil. (Foto: Dok. AHM)

Pebalap Honda di MotoGP, Joan Mir (kiri) dan Luca Marini (kanan), disambut dengan pengalungan bunga setibanya di Bali, Minggu (2/3/2026). Kedatangan dua rider HRC ini bertujuan untuk mengenal budaya lokal sekaligus menyapa komunitas sepeda motor Honda sebelum berlaga di GP Brasil. (Foto: Dok. AHM)

Jaguarinfo.id, Bali – Dua pebalap Honda di MotoGP, Joan Mir dan Luca Marini, mengisi waktu jeda kompetisi dengan mengunjungi Pulau Dewata pada 2-3 Maret 2026. Setelah menyelesaikan balapan di Thailand, kedua rider HRC ini memilih berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal serta komunitas motor di Bali.

Kehadiran mereka juga bertujuan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia sebelum terbang menuju putaran kedua Grand Prix di Brasil.

​Pada hari pertama, Joan Mir dan Luca Marini berkesempatan mempelajari Tari Kecak yang ikonik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka tampak sangat menikmati momen saat berbaur dengan 30 penari profesional di tengah alunan gamelan khas Bali. Mir pun mengakui bahwa dirinya sangat terkesan dengan keramahan warga serta keunikan seni tari kolosal tersebut.

​”Saya sangat menikmati momen di sini di tengah menjalani MotoGP dan saya sangat menyukai budayanya, tariannya menarik, orang-orangnya yang baik,” ujar Joan Mir.

Baca Juga :  AHRT Dominasi Podium ARRC Motegi 2026 dengan Performa Tangguh CBR Series

​Aktivitas ini menjadi sarana relaksasi yang efektif bagi para atlet sebelum kembali fokus ke lintasan balap. Selain itu, kebersamaan ini memperkuat ikatan emosional antara tim Honda dengan para penggemarnya di Indonesia.

​Mengunjungi Pembuatan Ogoh-ogoh di Sesetan

​Memasuki hari kedua, agenda para pebalap semakin padat dengan mengunjungi bengkel seni di Banjar Kaja Sesetan.

Mereka melihat langsung proses pembuatan Ogoh-ogoh yang akan tampil pada perayaan Nyepi mendatang.

Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) turut mendampingi Mir dan Marini dalam melihat detail kerajinan patung kertas raksasa tersebut.

​Luca Marini menyatakan kekagumannya terhadap detail karya seni yang ia lihat secara langsung.

“Fantastis dengan tradisi yang mereka miliki di Bali dan mereka menjelaskan secara detail atas karya yang mereka buat, ditambah keseruan dengan para bikers. Terima kasih sudah menjamu kami dengan luar biasa,” kata Marini.

Baca Juga :  Jasa Raharja Gandeng Komunitas Ojol Bangun Budaya Safety
​Kopdar Bareng Komunitas Motor Honda Bali

​Selain agenda budaya, para bintang MotoGP Honda ini juga menggelar pertemuan akrab dengan 100 perwakilan dari Honda Community Bali. Berbagai komunitas seperti Honda Stylo Club hingga Honda Big Bike Indonesia ikut memeriahkan suasana.

Acara kemudian berlanjut dengan permainan seru yang menghapus sekat antara pebalap dunia dan para pecinta otomotif lokal.

​Marketing Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi persaudaraan bikers. Menurutnya, kehadiran pebalap HRC ini sejalan dengan semangat kebersamaan dalam menjaga budaya sekaligus mempererat solidaritas di jalan raya.

​”Kehadiran pebalap Honda HRC Castrol yang berinteraksi langsung dengan bikers Honda menggambarkan sebuah harmoni, kekompakan, dan kebersamaan dalam seni Tari Kecak. Kami harap hal ini menjadi koneksi yang kuat dalam mengobarkan semangat untuk mewujudkan mimpi berprestasi berbagai level kompetisi,” pungkas Octa.

ADP

 

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Berita Terbaru