Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara resmi menggelar pameran Urban Digifest 2026. Hal ini mengangkat potensi industri kopi lokal guna memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Tahun ini, BI memberikan fokus utama pada komoditas kopi.
Langkah tersebut mendapat sambutan hangat. Event Organizer Sulut Coffee Fest, Jeo Palar, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia atas ruang kolaborasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kalau dari kita pasti senang banget karena pelaku dari Sulawesi Utara mendapat platform dan kesempatan untuk tampil serta berkumpul. Keseharian di industri F&B sangat sibuk, jadi momen ini sangat berarti untuk sharing dan berkenalan. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia lewat Urban Digifest yang mau berkolaborasi bersama Sulut Coffee Fest di tahun 2026 ini,” ujar Jeo saat diwawancarai media di Manado Town Square Kamis, 13/08/26.
Harapan Sulut Coffee Fest Lewat Urban Digifest 2026
Lebih lanjut, Jeo menjelaskan bahwa ajang ini membuka ruang diskusi antar pelaku usaha kopi. Oleh karena itu, acara ini menjadi momentum yang sangat penting.
”Dampak yang kami harapkan, kita jadi punya sarana untuk berkumpul. Hal itu bisa menjadi bekal untuk berdiskusi dan menyusun strategi bersama. Misalnya, bagaimana kita membuat event, lomba, atau kelas yang bisa menaikkan level industri kopi di Manado,” tambahnya.
Selain itu, pihak penyelenggara mengkurasi peserta dengan ketat. Persiapan kolaborasi ini pun berjalan dengan cepat dan efektif.
”Jujur ini kolaborasi pertama, kami baru membahasnya sekitar bulan Mei. Jadi persiapan hanya sekitar 3-4 bulan. Kami menghadirkan kurang lebih 28 tenan hasil kurasi dari coffee shop, roastery, dan komunitas. Kami juga membuka kesempatan bagi teman-teman yang belum bisa join tahun ini untuk bergabung di tahun depan,” jelas Jeo.
Selanjutnya, selama acara berlangsung, para pelaku kopi lokal memanfaatkan panggung khusus untuk menunjukkan keahlian mereka kepada publik.
”Kami mendapat fasilitas dari Bank Indonesia melalui community stage. Ini murni menjadi ruang kreasi bagi praktisi kopi untuk berkarya dan menunjukkan potensi kopi dari Manado, Tomohon, Tondano, Kotamobagu, dan Sangihe. Harapannya, ke depan ada investor atau pemain kopi nasional yang melirik potensi di sini,” ungkapnya.
















