Jaguarinfo.id, Manado – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Indonesia resmi melantik pengurus PWI Sulawesi Utara periode terbaru pada Rabu (13/5/2026).
Acara yang berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula Manado ini memunculkan satu nama yang mencuri perhatian publik. Nama tersebut adalah Hut Kamrin, seorang jurnalis senior yang kini dipercaya menjabat sebagai Sosok Ketua Pokja PWI Manado.
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengukuhkan jajaran pengurus di bawah kepemimpinan Ketua PWI Sulut terpilih, Sintya Bojoh. Namun, suasana berubah haru saat Kamrin menerima pataka organisasi dan menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku di dunia pers.
Perjuangan Berat di Awal Karier Jurnalis Senior Sulut
Perjalanan karier Hut Kamrin tidak semulus yang orang bayangkan saat ini. Pria kelahiran Flores, 17 Agustus 1980 ini, memulai langkahnya dari titik nol saat merantau untuk kuliah Filsafat di Pineleng.
Ia mulai masuk ke dunia jurnalistik pada tahun 2009 dengan bergabung di SKH Radar Manado. Karena keterbatasan ekonomi, Kamrin harus menghadapi realitas pahit sebagai wartawan muda di lapangan.
Paman Kamrin, sapaan akrabnya, mengisahkan momen memilukan saat ia kehabisan uang operasional transportasi.
Ia terpaksa berjalan kaki dari kawasan Mantos menuju kediamannya di Desa Pineleng setiap hari. Perjalanan itu ia tempuh selama satu jam lebih pada pukul 02.00 WITA dini hari setelah menyelesaikan rapat redaksi.
Kondisi memprihatinkan ini berlangsung hampir setahun penuh dari November 2010 hingga September 2011.
Kenangan Makan Seadanya Bersama Rekan Kerja
Selama masa krisis tersebut, Kamrin mendapatkan bantuan moral dari rekan kerja seniornya, fotografer Simson Tumundo.
Simson sering memintanya membungkus sisa makanan dari lokasi liputan untuk stok makan beberapa hari ke depan. Simson juga memberikan pesan tegas agar Kamrin menjaga integritas dengan tidak melobi uang liputan kepada narasumber.
”Ngana isi tu pisang, ikan deng ubi di plastik hitam sana, for makan tiga hari punya. Jangan ngana bacirita advertorial, ibu mo marah. Bos dengar bos-bos mo marah pa ngana,” kenang Kamrin menirukan ucapan Simson saat itu.
Kejadian-kejadian kecil namun bermakna inilah yang membentuk karakter kuat sang jurnalis hingga mencapai posisi strategis sekarang.
Bangkit dari Masa Lalu Sebagai Pengurus PWI Sulawesi Utara
Karier Kamrin terus menanjak hingga ia dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Radar Manado pada tahun 2016. Namun, ia sempat tersandung persoalan hukum terkait narkotika pada tahun 2017 yang membuatnya harus menjalani masa hukuman.
Kamrin menegaskan bahwa masa kelam itu sudah ia lalui dengan taat sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.
Kini, setelah enam tahun kembali aktif sebagai wartawan, ia fokus mengelola media online miliknya dan menjalankan amanah organisasi.
Sebagai Sosok Ketua Pokja PWI Manado, ia bertekad menjadikan lembaga ini sebagai rumah besar bagi seluruh jurnalis di Kota Tinutuan.
Kamrin mengajak seluruh wartawan untuk saling menyokong demi kemajuan pers yang profesional di Sulawesi Utara.

















