BI Sulut Genjot Pemberdayaan Petani dan UMKM Lewat PATUA dan WANUA di Boltim untuk Tekan Inflasi

- Aldy Pascoal

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BI Sulut genjot pemberdayaan petani dan UMKM lewat PATUA dan WANUA di Boltim untuk kendalikan inflasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

BI Sulut genjot pemberdayaan petani dan UMKM lewat PATUA dan WANUA di Boltim untuk kendalikan inflasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jaguarinfo.id, Boltim – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan harga komoditas pokok. Langkah nyata tersebut dibahas dalam High Level Meeting TP2DD dan TPID pada Selasa (19/05/2026).

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, hadir langsung dan memaparkan berbagai program unggulan. Dia menjelaskan bahwa penguatan petani dan pelaku usaha melalui PATUA serta WANUA sangat efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang periode 2020–2025, BI berhasil membina 84 petani unggulan dan 144 UMKM unggulan.

Mereka fokus pada komoditas strategis seperti barito dan padi. Dari total tersebut, enam petani unggulan berasal dari Kabupaten Boltim.

Mereka adalah Poktan Sinar Onggole, Sdr. Abdul Kader Alhabsy, Poktan Luak Permai, Poktan Blessing, Poktan Puharapen, dan Poktan Matuari. Lima kelompok tani di antaranya berfokus pada budidaya cabai rawit.

​”Jumlah tersebut menjadikan Boltim menempati posisi ke empat sebagai Kab/Kota dengan jumlah PATUA terbanyak se-Sulawesi Utara,” ujar Joko Supratikto dalam paparannya.

Fondasi Kuat Penguatan Petani dan Pelaku Usaha Melalui PATUA serta WANUA

Selanjutnya, BI Sulut menerapkan strategi bertahap dari hulu hingga hilir sejak tahun 2025.

Awalnya, program berfokus pada pembentukan pondasi penguatan kapasitas dan kelembagaan. BI memberikan pelatihan teknis dasar pertanian dan usaha tani sebagai proyek percontohan.

Kemudian, mereka melanjutkan program dengan pendampingan sekolah lapang untuk komoditas bawang dan cabai.

Bank Indonesia juga membentuk Koperasi Wale Tani Mapalus sebagai agregator petani cabai se-Sulut. Koperasi ini beranggotakan 21 kelompok tani, termasuk perwakilan dari Boltim.

​Selain itu, BI memfasilitasi perluasan akses pasar hingga menghasilkan kerja sama dengan ritel modern Trufarm. Mereka juga melatih para petani dalam analisis usaha tani dan pencatatan keuangan sederhana.

Baca Juga :  Serambi 2026, BI Sulut Buka Penukaran Uang Rupiah Lewat Aplikasi PINTAR

​”Penguatan Kapasitas melalui pelatihan teknis dasar pertanian dan usaha tani (PATUA tahap I) sebagai pilot project peningkatan produktivitas yang dilanjutkan dengan pendampingan sekolah lapang dan demplot pertanian untuk komoditas bawang dan cabai Penguatan Kelembagaan dilakukan melalui pembentukan Koperasi Wale Tani Mapalus sebagai agregator-offtaker petani cabai se-Sulut. Beranggotakan 21 poktan yang salah satunya berasal dari Boltim. Perluasan Akses Pasar melalui fasilitasi business matching yang menghasilkan MoU antara Koperasi Wale Tani Mapalus dengan ritel modern Trufarm. Perluasan Akses Keuangan melalui pelatih analisis usaha tani dan pencatatan keuangan sederhana bagi anggota koperasi,” jelas Joko.

Pengembangan Kelompok Tani dan UMKM Berkelanjutan pada Tahun 2026

​Memasuki tahun 2026, BI Sulut memperluas dan memperdalam jangkauan program pembinaan. Mereka menggelar Mindpreneur Bootcamp PATUA untuk mengembangkan pola pikir adaptif dan inovatif petani.

BI juga menggandeng BMKG untuk memberikan pelatihan terkait iklim.

Langkah ini membantu petani menentukan waktu tanam paling optimal.

Di samping itu, BI mengedukasi cara pembuatan Pupuk Organik Cair demi kesuburan tanah jangka panjang.

BI bahkan menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) serta sarana produksi (Saprodi) seperti alkon, hand tractor, sprayer, bibit, dan pupuk kepada Poktan Matuari.

​Untuk mendukung manajemen, petani mendapatkan pelatihan Sistem Aplikasi Pencatatan Keuangan (SIAPIK). Aplikasi ini membantu mereka meningkatkan kapasitas pembiayaan formal.

​”Pada tahun 2026, program diperluas dan diperdalam: Penguatan Kapasitas diperdalam melalui Mindpreneneur Bootcamp PATUA untuk mengembangkan pola pikir adaptif dan inovatif dari para petani. Selain itu, Pelatihan PATUA Tahap I kini turut dirangkaikan dengan Pelatihan terkait Iklim oleh BMKG guna mengoptimalisasi kegiatan produksi pertanian melalui bukan hanya metode tanam paling efisien dan produktif, tetapi juga waktu tanam paling optimal. Pelatihan PATUA dilanjutkan dengan Pendampingan Sekolah Lapang yang tahun ini dilaksanakan di salah satu demplot PATUA. Pendampingan tersebut turut mengedukasi petani cara pembuatan Pupuk Organik Cair yang mampu meingkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman secara berkelanjutan. Pada tahun ini juga, penguatan basis kapasitas produksi di Boltim turut dilakukan melalui penyaluran Alsintan dan Saprodi (alkon, hand3c. tractor, sprayer, bibit, pupuk, serta pengendalian hama) kepada Poktan Matuari yang berfokus pada budidaya cabai rawit. Perluasan Akses Keuangan dilanjutkan kembali melalui pelatihan Sistem Aplikasi Pencatatan Keuangan (SIAPIK) demi meningkatkan kapasitas pembiayaan formal petani,” urai Joko secara rinci.

Baca Juga :  Kasus Penggelapan Uang Perusahaan Rp247 Juta, Polisi Tahan Dua Karyawan CV SJA di Manado
Dampak Positif Pemberdayaan Petani dan UMKM Lewat PATUA dan WANUA di Sektor Cabai

​Oleh karena itu, BI menggulirkan Program Championship Klaster sebagai aksi nyata. Program ini mengintegrasikan pertanian cabai rawit melalui Koperasi Wale Tani Mapalus yang berdiri sejak 21 Maret 2025.

Kehadiran Poktan Blessing asal Boltim menjadi garda terdepan pelembagaan petani ini. Sekarang, koperasi tersebut menaungi 25 kelompok tani dengan 250 anggota di 9 kabupaten/kota.

Hasilnya sangat memuaskan karena total produksi cabai rawit naik 20 persen dari 18 ton per hektar menjadi 22 ton per hektar hingga tahun 2025. Koperasi bahkan sukses menghimpun 50,3 ton cabai rawit per tahun dari seluruh anggota.

​Saat ini, koperasi memiliki potensi lahan hingga 24,3 hektar dengan estimasi produksi mencapai 120–190 ton per siklus. Distribusi pasar juga berjalan lancar dengan porsi 60 persen ke pasar lokal, 35 persen ke luar pulau, dan 5 persen ke Trufarm.

Ke depan, BI bersama koperasi merencanakan perluasan kerja sama pemasaran dengan BUMD serta distributor lokal pada tahun 2026.

Pertemuan High Level Meeting ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim, Perwakilan TNI, serta anggota TP2DD dan TPID dari berbagai dinas dan instansi vertikal terkait.

Aldy Pascoal (UKW 27192)

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honda DBL North Sulawesi 2026 Tuntas, Eben Haezar dan Manado Independent School Juara
BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi
Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110
BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group
BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja
Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua
Kapolda Sulut Bersama Wali Kota Manado Tanam Mangrove di Bunaken
PT DAW Edukasi Konsumen, Kenali Perbedaan Brake Pad dan Brake Shoe Honda
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:21 WITA

Honda DBL North Sulawesi 2026 Tuntas, Eben Haezar dan Manado Independent School Juara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WITA

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WITA

BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:29 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja

Berita Terbaru