BI Sulut Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Bolsel Guna Atasi Gejolak Harga Pangan

- Aldy Pascoal

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para petani lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan saat melakukan aktivitas perawatan tanaman hortikultura. Penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi fokus utama BI Sulut dan Pemkab Bolsel guna menggenjot produktivitas dan menjaga stabilitas pasokan pangan regional.

Para petani lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan saat melakukan aktivitas perawatan tanaman hortikultura. Penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi fokus utama BI Sulut dan Pemkab Bolsel guna menggenjot produktivitas dan menjaga stabilitas pasokan pangan regional.

Jaguarinfo.id, Bolsel – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggelar High Level Meeting TP2DD dan TPID pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan strategis ini berfokus pada upaya memperkokoh kelembagaan petani Bolsel demi menjaga stabilitas pasokan pangan regional.

Langkah taktis melalui kelompok tani Bolaang Mongondow Selatan menjadi kunci utama karena wilayah ini masih menghadapi tantangan fluktuasi harga komoditas hortikultura yang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa data historis mencatat adanya volatilitas yang signifikan pada komoditas seperti tomat, cabai rawit, dan bawang merah.

Sejak tahun 2025, harga tomat bergerak sangat dinamis mulai dari Rp 6.500 hingga menembus Rp 21.000 per kilogram. Sementara itu, kelangkaan pasokan sempat memicu lonjakan harga cabai rawit hingga Rp 85.000 per kilogram pada pertengahan tahun lalu.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Kunjungi Stan OJK di Urban Digifest 2026 Manado
Strategi BI Sulut Maksimalkan Kelompok Tani Bolaang Mongondow Selatan

Oleh karena itu, Joko Supratikto menegaskan pentingnya restrukturisasi di sektor hulu pertanian. Keterbatasan jumlah organisasi hulu saat ini menuntut pemerintah daerah untuk memperluas basis produksi secara masif.

Melalui langkah tersebut, daerah dapat membangun pusat produksi yang mandiri.

​”Melalui kelembagaan yang kuat, seperti kelompok tani atau koperasi, petani dapat memiliki struktur organisasi yang lebih tertata, pencatatan usaha yang lebih tertib, serta kapasitas produksi yang lebih terkoordinasi,” ujar Joko Supratikto dalam paparannya.

​Selanjutnya, penguatan tata kelola ini akan meningkatkan aksesibilitas pembiayaan dari lembaga keuangan sekunder.

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan input produksi berupa benih unggul dan pupuk guna mendongkrak produktivitas harian.

Di sisi hilir, pengembangan bisnis pasca-panen khususnya untuk komoditas barito akan memberikan nilai tambah yang signifikan.

​”Penguatan kelembagaan ini juga dapat memperkuat posisi tawar petani dalam pemasaran melalui konsolidasi penjualan hasil panen sehingga dapat menurunkan ongkos angkut,” tambah Joko Supratikto.

Baca Juga :  Trafik Penumpang Naik 12 Persen, Injourney Airports Resmi Tutup Posko Nataru di Bandara Sam Ratulangi
​Langkah Taktis Penguatan Petani Lokal dan Stabilisasi Pasar

​Selain membenahi sektor hulu, BI bersama Pemkab Bolsel menerapkan sistem kalender tanam serta diversifikasi komoditas untuk menjaga produktivitas lahan sepanjang tahun.

Strategi ini sangat efektif untuk memitigasi risiko gagal panen akibat anomali iklim yang tidak menentu.

​Untuk menjaga keterjangkauan di tingkat konsumen, tim gabungan mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan prinsip Tepat Waktu, Tepat Lokasi, dan Tepat Sasaran. Pemerintah daerah juga menyediakan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) melalui subsidi ongkos angkut antarlembaga.

​Sebagai langkah pengawasan, satgas pangan terus menggencarkan inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun modern. Upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi penimbunan bahan pokok, BBM, dan LPG, sekaligus memastikan ekspektasi masyarakat tetap positif terhadap ketersediaan stok pangan.

Aldy Pascoal (UKW 27192)

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031
Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya
Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar
Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:49 WITA

Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Berita Terbaru