Karantina Sulut Perketat Pengawasan Impor 546 Bibit Babi dari Denmark

- Aldy Pascoal

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Karantina Sulut melakukan pengecekan kesehatan terhadap bibit babi impor setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Petugas Karantina Sulut melakukan pengecekan kesehatan terhadap bibit babi impor setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Jaguarinfo.id, Manado – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Karantina Sulut) menerapkan biosekuriti ketat saat impor bibit babi perdana tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, 07/07/26.

Sebanyak 546 ekor ternak asal Denmark ini didatangkan untuk mendukung pemulihan sektor peternakan lokal pascawabah African Swine Fever (ASF).

​Langkah pemasukan bibit babi dari luar negeri ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk membangkitkan kembali populasi ternak di Sulawesi Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum terbang ke Indonesia, seluruh ternak telah menjalani masa karantina selama 20 hari di Denmark.

Baca Juga :  Pesawat Susi Air Pecah Ban di Bandara Sam Ratulangi Manado, 12 Penumpang Selamat
Prosedur Ketat Pengamanan Impor Bibit Babi

​Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, menegaskan pihaknya melakukan pengawasan berlapis.

Petugas langsung memeriksa dokumen dan kondisi fisik ternak di atas pesawat segera setelah mendarat. Selain itu, truk pengangkut wajib melalui proses disinfeksi ketat untuk mencegah kontaminasi lingkungan.

​”Sebelum diterbangkan ke Indonesia, bibit babi ini sudah menjalani masa karantina selama 20 hari di Denmark. Secara administrasi semua persyaratan impornya sudah lengkap. Hasil uji laboratorium dari Denmark menyatakan ternak sehat,” ujar Agus.

Baca Juga :  Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik
​Monitoring Intensif di Instalasi Karantina

​Setelah proses di bandara selesai, petugas mengawal ketat pengangkutan ternak menuju Instalasi Karantina Hewan (IKH). Di lokasi tersebut, petugas memantau perkembangan kesehatan ternak secara intensif.

Mereka juga mengambil sampel untuk diuji di Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBUSKHIT).

​Jika hasil uji laboratorium menunjukkan hasil negatif, Karantina Sulut akan segera menyatakan ratusan bibit tersebut aman untuk dilepasliarkan.

Dengan demikian, target pemenuhan kebutuhan peternak lokal pascawabah dapat tercapai dengan aman.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi
Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110
BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group
BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja
Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua
Kapolda Sulut Bersama Wali Kota Manado Tanam Mangrove di Bunaken
PT DAW Edukasi Konsumen, Kenali Perbedaan Brake Pad dan Brake Shoe Honda
Resky Yusuf Hermawan Raih Double Podium di Thailand Talent Cup 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WITA

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WITA

BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:29 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:33 WITA

Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua

Berita Terbaru