Jaguarinfo.id, Manado – Kepala KPw BI Prov Sulut, Joko Supratikto, memaparkan langkah kebijakan Bank Indonesia kepada awak media. Ia menjelaskan hal ini secara langsung saat pertemuan bincang media bertajuk SENJA (Sinergi dan Jalin Komunikasi) di Ruang Tondano KPw BI Provinsi Sulut, 21/07/26.
Bank sentral mengambil keputusan ini guna mengantisipasi dinamika ekonomi global secara cepat.
Sinergi dan Langkah Kebijakan Stabilitas Harga
Saat ini, otoritas moneter terus berupaya mengendalikan inflasi serta melindungi nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, langkah kebijakan Bank Indonesia berfokus penuh pada penguatan fundamental ekonomi domestik. Joko kemudian menguraikan tujuan utama dari arahan bank sentral tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Juni 2026 memperkuat sinergi dan langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas harga di tengah risiko geopolitik dan potensi peningkatan inflasi,” ungkap Joko Supratikto.
Selain itu, bank sentral menerapkan sejumlah instrumen terukur untuk menstabilkan valuta asing dan menarik aliran modal asing. Salah satu tindakan utama mencakup penyesuaian suku bunga acuan pasar secara proporsional.
”Peningkatan suku bunga BI-Rate dengan total 100 bps menjadi 5,75%,” jelasnya.
Melalui strategi ini, pemerintah memastikan likuiditas pasar uang tetap memadai. Selanjutnya, Bank Indonesia juga menurunkan batasan pembelian dolar guna mencegah spekulasi berlebihan di pasar domestik.

















