Jaguarinfo.id, Sangihe – Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kepulauan Sangihe menerjang permukiman warga pada 22/07/26.
Musibah bencana alam banjir serta kelongsoran di Sangihe ini terjadi akibat guyuran hujan berintensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut sejak 21/07/26.
Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Kepulauan Sangihe
Sementara itu, luapan air meluap di Kecamatan Kepl. Marore, khususnya Kampung Marore, dengan ketinggian mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Genangan air ini memenuhi jalan umum dan halaman rumah warga, namun tidak sampai masuk ke dalam kediaman masyarakat.
Kemudian, wilayah Kecamatan Tamako mengalami dampak bencana yang lebih parah pada pukul 08.00 WITA.
Selanjutnya, di Kampung Pokol, luapan air setinggi 50 sentimeter sempat menggenangi sebanyak 60 unit rumah warga. Selain itu, gelombang banjir merusak rumah milik Keluarga Manikome–Lumahedo, Keluarga Hiwoiang–Daud, dan Keluarga Viron–Naro hingga mengalami rusak berat.
Sementara itu, rumah Keluarga Apelia–Himponga di Kampung Lelipang mengalami rusak ringan pada bagian dapur. Untungnya, genangan banjir di Kecamatan Tamako telah surut pada pukul 12.30 WITA.
Kerugian Materil Akibat Kelongsoran di Sangihe
Selain banjir, material tanah longsor merobohkan tujuh unit rumah warga di Kampung Binala hingga mengalami kerusakan berat. Kerugian material akibat kelongsoran tersebut melanda rumah Keluarga Samalam–Tahumingge, Keluarga Mengkalor–Bio, Keluarga Solohiga–Daluase, Keluarga Marode–Sahiu, Keluarga Katamang–Ruban, serta Keluarga Katamang–Kakahis.
Tak hanya rumah warga, tanah longsor juga merusak dua unit Rumah Dinas Puskesmas Siloam Tamako.
Meskipun kerusakan bangunan cukup parah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor, S.H., M.H., menegaskan, “Pada hari Rabu tanggal 22/07/26 bertempat di wilayah Kab. Kepl. Sangihe, telah terjadi Peristiwa Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor pasca Hujan dengan Insensitas Tinggi.”
Saat ini, petugas terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.

















