BI Proyeksikan Ekonomi Sulut 2026 Tumbuh Hingga 6,3 Persen, Hilirisasi Kelapa Jadi Kunci Utama

- Aldy Pascoal

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara saat memaparkan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) periode Mei 2026 dan potensi hilirisasi kelapa di Manado, Kamis (30/7).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara saat memaparkan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) periode Mei 2026 dan potensi hilirisasi kelapa di Manado, Kamis (30/7).

Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2026 akan terus mencatatkan tren positif dengan proyeksi pertumbuhan berada di kisaran 5,4 hingga 6,3 persen.

Optimisme ini didorong oleh kuatnya permintaan domestik dan potensi besar hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas kelapa.

​Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara Purwanto dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulawesi Utara periode Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang dirangkaikan dengan Bincang Ekonomi bertajuk ‘Penguatan Ekosistem Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara’ ini diselenggarakan di Hotel Four Points, Manado, pada Kamis (30/7) yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

​Dalam paparannya, BI membeberkan enam pokok bahasan utama, mencakup kondisi makroekonomi, inflasi, pembiayaan, sistem pembayaran, ketenagakerjaan, hingga prospek hilirisasi daerah.

Di hadapan para peserta, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Purwanto memaparkan kinerja positif ekonomi daerah pada awal tahun 2026.

​”Perekonomian Sulawesi Utara pada Triwulan I 2026 tetap tumbuh positif sebesar 5,54% (yoy), ditopang oleh permintaan domestik meskipun melambat dari triwulan sebelumnya 5,95% (yoy) dan sedikit dibawah nasional 5,61% (yoy),” ujar Purwanto.

​Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh tingginya aktivitas domestik, termasuk konsumsi rumah tangga pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur awal tahun.

Baca Juga :  Kerja Sama Basarnas Sulut dan UMMA Cetak Mahasiswa Tanggap Bencana

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tingkat harga di wilayah tersebut terpantau stabil. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut bersinergi kuat lewat kerangka 4K, termasuk melakukan Gerakan Pangan Murah guna menjinakkan gejolak harga komoditas utama.

​”Inflasi Sulawesi Utara pada Triwulan I 2026 sebesar 2,20% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,23% (yoy), namun masih berada pada rentang target 2,5% ± 1,” jelas Purwanto merujuk pada pengaruh kenaikan tarif listrik, emas, dan beras yang tertahan oleh penurunan harga tomat, babi, dan cabai rawit.

​Dari segi pengelolaan uang dan sistem pembayaran, Sulawesi Utara juga mencatatkan normalisasi setelah melewati tingginya belanja akhir tahun.

Namun di sisi lain, volume transaksi non-tunai berbasis digital seperti BI-FAST justru melonjak nyaris 40 persen (yoy), mencerminkan kuatnya penetrasi ekosistem digital di masyarakat lokal.

​”Pada Triwulan I 2026, pengelolaan uang Rupiah di Sulawesi Utara mencatatkan net inflow (uang masuk) sebesar Rp513,57 miliar. Kondisi ini sejalan dengan pola normalisasi kebutuhan uang tunai masyarakat setelah meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pdt Ricky Tafuama Beberkan Update Gugatan Soal Asal-Usul Dana Rp5,2 Miliar Pengganti Kerugian Negara

​Meski sebagian besar indikator makro menunjukkan rapor biru, BI tetap memberikan catatan krusial pada sektor ketenagakerjaan dan pembiayaan UMKM.

Kendati Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun ke level 5,75%, terjadi penyusutan jumlah penduduk bekerja. Kredit UMKM yang tumbuh tipis 1,00% juga disorot akibat angka kredit bermasalah (NPL) yang menyentuh angka 5,36%.

​Untuk melompat lebih jauh dan memastikan pertumbuhan jangka panjang, Bank Indonesia menegaskan perlunya fokus ekstra pada hilirisasi.

Menyandang status sebagai provinsi dengan area perkebunan kelapa terluas kedua di Indonesia, Sulawesi Utara memiliki ‘emas hijau’ yang siap dieksplorasi lebih lanjut.

​”Selanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang lebih tinggi dan berkelanjutan, diperlukan penguatan agenda akselerasi pada sektor-sektor unggulan daerah. Salah satu fokus utama yang dinilai memiliki potensi besar adalah hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas kelapa,” tegasnya.

​Sebagai penutup, ditekankan bahwa penguatan rantai nilai dari hulu hingga ekspor amatlah mendesak.

Diversifikasi produk lanjutan seperti minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan, dan nata de coco dipercaya tidak hanya akan menyejahterakan para petani, tetapi juga memperkuat dominasi ekspor komoditas Sulut di pasar global seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Filipina.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Berita Terbaru