Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara mendukung sektor UMKM dan seni lokal melalui ajang Urban Digifest 2026. Kegiatan ini berlangsung di Manado Town Square 3 pada Sabtu, 15/08/26.
Dalam festival digital tersebut, BI menghadirkan stand pameran khusus untuk Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma’zani.Wale Ma’zani sendiri terletak di Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan.
Budayawan Joudy Aray awalnya mendirikan tempat ini sebagai bengkel kecil alat musik Kolintang. Kini, lokasi tersebut berkembang menjadi kawasan wisata budaya terpadu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tempat ini memiliki Pusat Edukasi Musik, Amphitheater Terbuka berkapasitas 750 penonton, serta Sentra Kerajinan Etnik.
Dampak Positif Urban Digifest 2026 bagi Seniman Lokal
Pendiri Wale Ma’zani, Joudy Aray, sangat mengapresiasi langkah BI Sulut sebagai penggagas acara. Ia menilai kehadiran Urban Digifest 2026 ini sangat membantu para pelaku seni daerah untuk terus berkembang.
”Sebagai seniman memang dengan kegiatan dan aktivitas kreasi yang terang buat lewat Rumah Budaya Nusantara oleh Mak Zani yang ada di Kota Tomohon. Ya tentu memang sangat merasa terbantu memang dengan adanya kegiatan ini. Jadi di mana ya Bank Indonesia itu memberikan perhatian secara khusus bagi pelaku usaha, pelaku bisnis, dan termasuk juga seniman-seniman yang punya kreasi seperti Torang di Rumah Budaya Nusantara. Nah sehingga dengan lokasi Torang itu mendapat perhatian secara khusus, Maka istilahnya Torang P sebagai lokasi tujuan wisata itu terbantu dan naik level begitu karena lumayan sih mereka punya perhatian,” ujar Joudy saat diwawancarai di lokasi pameran.
Lebih lanjut, Joudy menyoroti potensi wisata budaya yang perlahan semakin dikenal luas oleh publik. Ia berharap dukungan serupa terus mengalir pada masa mendatang.
”Kalau secara keseluruhan promosi dari ini kan desa wisata Mazani ini sudah cukup dikenal. Memang sih kalau untuk di sini karena ada satu keunikan ya apalagi terkait dalam bingkai budaya maka sesuatu yang menarik yang tidak ada mungkin di tempat lain kan sehingga memang ada juga perhatian dari publik termasuk juga ya dari pengunjung lokal maupun nusantara gitu. Ya harapannya sebenarnya akan memberi semakin banyak peluang lagi untuk ke depan sehingga orang ya merasa juga tidak berjuang sendiri terutama di dalam upaya untuk mengangkat dan melestarikan, memajukan ini kebudayaan lewat lokasi kita menjadi desisirasi wisata gitu. Nah itu harapan kita sehingga berharap ke depan dia akan berkelanjutan sehingga dengan demikian akan semakin memberi banyak dampak kepada masyarakat ya terutama bagi para pelaku usaha itu sendiri,” tambahnya.
Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini, kelestarian seni budaya Minahasa diharapkan terus terjaga sekaligus mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.















