Jaguarinfo.id, Cikeas – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan apel gelar pasukan di Cikeas, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan personel dan fasilitas dalam menghadapi ancaman bencana serta konflik sosial di seluruh Indonesia pada 2026.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin apel ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Komjen Dedi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan Polri.
“Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks. Lebih dari itu, Indonesia juga berada pada kawasan Ring of Fire sehingga memiliki risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api yang tinggi,” tegas Dedi di Cikeas, 07/09/2026.
Langkah Cepat Penanganan Bencana Alam 2026
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Januari hingga saat ini telah terjadi 1.730 bencana alam.
Bencana-bencana tersebut, yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan karhutla, merenggut 397 nyawa dan memaksa lebih dari 4 juta warga mengungsi.
Selain itu, pada 06/09/2026, aktivitas vulkanik terekam di tujuh gunung, termasuk Gunung Semeru dan Gunung Merapi.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan maksimal. Komjen Dedi menyatakan bahwa Polri menyiapkan Operasi Aman Nusa II untuk merespons situasi ini.
Polri telah menyiagakan personel, sarana evakuasi, dapur lapangan, rumah sakit lapangan, hingga layanan trauma healing. Penanganan bencana ini akan bersinergi dengan TNI, BNPB, dan pemerintah daerah.
Strategi Atasi Konflik Sosial 2026
Selain bencana alam, Polri juga menaruh perhatian besar pada dinamika konflik sosial. Melalui Operasi Aman Nusa I, Polri berupaya mencegah eskalasi konflik dari berbagai isu, termasuk politik dan sosial budaya.
“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang wajib kita hormati dan kita lindungi. Namun, pada saat yang sama, Polri melalui Operasi Aman Nusa I juga harus memiliki kesiapan untuk mencegah setiap potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan, maupun gangguan kamtibmas yang lebih luas,” ujar Dedi.
Langkah pencegahan menjadi prioritas utama. Polri mengedepankan pemetaan potensi kerawanan, penguatan deteksi dini, patroli siber, serta pelibatan tokoh masyarakat.
Jika penindakan tegas diperlukan, Polri akan bertindak profesional dengan prinsip ultimum remedium.
Apel ini menegaskan komitmen Polri untuk memberikan rasa aman dan menjaga stabilitas negara.

















