Jaguarinfo.id, Sangihe – Kebakaran Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih memerah dan belum sepenuhnya padam.
Hingga Kamis (10/09/26) malam, warga Kampung Kendahe masih melihat jelas kobaran api merah menyala menyelimuti lereng gunung.
Berdasarkan pantauan drone Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada 08/09/26, kebakaran Gunung Awu ini telah menghanguskan sekitar 55 hektare lahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi situasi genting tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun ke lokasi untuk meninjau titik api.
Selanjutnya, aparat keamanan bersama warga setempat bahu-membahu menangani bencana ini.
Kapolres Sangihe, AKBP Edwin Humokor, mengonfirmasi bahwa tiga tim gabungan terus berupaya menjinakkan si jago merah.
”Sampai saat ini masyarakat begitu antusias bersama TNI, Polri, dan unsur terkait memadamkan api secara manual. Pada prinsipnya titik-titik api sudah mulai berkurang, tetapi angin kencang membuat kebakaran ini masih berlanjut,” tegas AKBP Edwin Humokor.
Antisipasi Karhutla Sangihe Meluas
Meskipun api masih menyala, tim gabungan menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, aparat telah menyiagakan personel di sekitar lokasi rawan.
”Untuk saat ini titik api masih jauh dari permukiman. Pak Bupati bersama Forkopimda sudah memetakan wilayah, sehingga kami sudah mengantisipasi agar kebakaran tidak merambat ke rumah warga,” jelas Kapolres.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengambil langkah pencegahan tegas agar kebakaran hutan tidak bertambah parah akibat ulah manusia.
”Kami sudah mengeluarkan imbauan tegas agar tidak ada yang melakukan pembakaran lahan atau hutan. Pelanggar aturan hukum ini terancam hukuman 10 tahun penjara,” tambah AKBP Edwin Humokor.
Kini, tim gabungan dan warga terus bersiaga serta memantau pergerakan api setiap harinya. Semua pihak berharap angin segera mereda sehingga tim dapat memadamkan kebakaran sepenuhnya.

















