Jaguarinfo.id, Manado – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara mendatangkan sebanyak 2,4 ton cabai rawit Probolinggo melalui kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada 14/09/26.
Komoditas tersebut siap dipasarkan dalam kegiatan pasar murah di empat titik wilayah pada 15/09/26 guna meredam lonjakan harga pangan yang membebani masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyatakan bahwa intervensi pasar mendesak dilakukan karena inflasi daerah telah melampaui ambang batas nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tahu bersama bahwa inflasi di Sulawesi Utara itu sudah mencapai 3,86%, lebih tinggi daripada targetnya dan lebih tinggi daripada nasional 3,5 kan maksimal,” ujarnya pada 14/09/26.
Ia menambahkan bahwa tingginya konsumsi masyarakat yang mencapai dua hingga tiga kali lipat rata-rata nasional turut memicu lonjakan harga, di mana harga rica hijau sempat berada di angka Rp175.000 dan rica merah mencapai Rp140.000 per kilogram.
Distribusi Rica di Empat Titik Pasar
Pemerintah bersama instansi terkait mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini.
“Sehingga kami mencoba dan tentunya ini adalah, sekali lagi ini adalah tim pengendalian inflasi daerah Sulawesi Utara, ada pemerintah provinsi, ada Bank Indonesia, ada juga Satgas Pangan dari Kepolisian, ada juga dibantu oleh Angkasa Pura, Injourney, disini mendatangkan cabai,” kata Joko Supratikto.
Melalui sinergi tersebut, TPID mendistribusikan pasokan cabai rawit Probolinggo ke Pasar Bersehati serta Pasar Pinasungkulan di Kota Manado, Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, serta Pasar Amurang di Minahasa Selatan.
Masyarakat dapat membeli cabai rawit tersebut dengan harga khusus sebesar Rp57.000 per kilogram.
Langkah konkret ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran warga Sulawesi Utara.
















