Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto Ungkap Mengapa Cabai Rawit Probolinggo Didatangkan, Ini Alasannya

- Aldy Pascoal

Senin, 14 September 2026 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TPID Sulut di Cargo Bandara Sam Ratulangi  saat memantau tibanya Cabai rawit dari Probolinggo

TPID Sulut di Cargo Bandara Sam Ratulangi saat memantau tibanya Cabai rawit dari Probolinggo

Jaguarinfo.id, Manado – TPID Sulawesi Utara mendatangkan sebanyak 2,4 ton cabai rawit Probolinggo melalui kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada 14/09/26.

Pasokan cabai rawit Probolinggo tersebut sengaja didatangkan untuk menekan lonjakan harga pangan yang membebani masyarakat.

​Alasan Utama Datangkan Cabai Rawit Probolinggo

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto membeberkan alasan strategis pemilihan komoditas tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, warga setempat menyukai cabai khas Gorontalo, sementara varietas dari Jawa Timur itu memiliki karakteristik yang sama persis.

Baca Juga :  Pertamina Perluas Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi, Tembus 590 SPBU

​”Preferensi masyarakat di Sulawesi Utara itu adalah cabai Gorontalo, dan cabai yang ada di Probolinggo ini sama dengan yang ada di Gorontalo,” ujar Joko di Cargo Bandara Sam Ratulangi Manado pada 14/09/26.

​Selain itu, rantai distribusi dari Probolinggo lewat Surabaya masih memungkinkan pedagang menjualnya sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) dari Bapanas sebesar Rp57.000 per kilogram.

Skema ini menguntungkan pedagang sekaligus menjaga margin wajar bagi petani pada kondisi normal.

​Tambahan Pasokan Bukan Menggantikan Produk Lokal

​Joko menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bertujuan mematikan hasil panen petani daerah.

Baca Juga :  Kinerja Keuangan Bank SulutGo 2025: Laba Bersih Tumbuh 26,6 Persen

TPID justru mengambil langkah cepat karena volume hasil bumi lokal sedang mengalami penurunan.

​”Ini bukan menggantikan produk lokal, tidak. Ini adalah upaya kita untuk menambah pasokan karena pasokannya berkurang supaya harga yang ada di pasar menjadi wajar dan terjangkau bagi semua orang,” tegas Joko.

​Selanjutnya, TPID langsung memasarkan komoditas tersebut dalam kegiatan pasar murah di empat titik wilayah pada 15/09/26.

Kebijakan taktis ini diharapkan mampu memulihkan stabilitas harga pasar serta melindungi daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi
Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110
BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group
BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja
Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua
Kapolda Sulut Bersama Wali Kota Manado Tanam Mangrove di Bunaken
PT DAW Edukasi Konsumen, Kenali Perbedaan Brake Pad dan Brake Shoe Honda
Resky Yusuf Hermawan Raih Double Podium di Thailand Talent Cup 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WITA

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WITA

BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:29 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:33 WITA

Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua

Berita Terbaru