Mengintip Geliat Transaksi QRIS di Kawasan Sun Bae Megamas Manado

- Aldy Pascoal

Kamis, 24 September 2026 - 22:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana keramaian pengunjung yang memadati Kawasan Sun Bae di Kawasan Megamas Manado pada sore menjelang malam hari, Kamis (24/9/2026). Penerapan ekosistem pembayaran non-tunai di kawasan ini menjadi motor baru penggerak ekonomi kreatif daerah. (Foto: Aldy Pascoal / Jaguarinfo.id)

Suasana keramaian pengunjung yang memadati Kawasan Sun Bae di Kawasan Megamas Manado pada sore menjelang malam hari, Kamis (24/9/2026). Penerapan ekosistem pembayaran non-tunai di kawasan ini menjadi motor baru penggerak ekonomi kreatif daerah. (Foto: Aldy Pascoal / Jaguarinfo.id)

​Jaguarinfo.id, Manado – Penerapan keuangan digital terbukti menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu bukti nyatanya terlihat jelas di Kawasan Sun Bae, yang terletak di Kawasan Megamas Manado, Kamis (24/9/2026).

Di lokasi yang selalu ramai dari sore hingga malam hari oleh para pengunjung muda ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang kopi dan makanan ringan seluruhnya telah beralih menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran utama.

Uniknya, para pelaku UMKM di Kawasan Sun Bae menjajakan produk mereka menggunakan deretan mobil jadul bergaya klasik yang estetik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik pesona kendaraan lawas tersebut, ekosistem transaksi yang berjalan justru sangat modern, cepat, dan serba digital.

Salah satu mobil jadul bergaya klasik milik pelaku UMKM yang dimodifikasi menjadi food truck estetik di Kawasan Sun Bae, Megamas, Manado, Kamis (24/9/2026). Daya tarik visual retro kendaraan lawas ini dipadukan dengan modernisasi sistem pembayaran digital guna mempermudah transaksi dengan konsumen. (Foto: Aldy Pascoal / Jaguarinfo.id)

​Bagi sebagian pelaku usaha yang mangkal di kawasan ini, migrasi dari transaksi tunai ke digital awalnya sempat terasa canggung.

Hal ini diakui oleh Fahreji Talibu (34) atau yang akrab disapa Eji, salah satu pedagang yang membuka kedai kopi menggunakan mobil klasik di Kawasan Sun Bae. Ia mengenang bagaimana repotnya melayani pembeli saat masih bergantung pada uang tunai fisik.

​”Awalnya saya merasa pakai QRIS itu ribet dan sulit karena tidak biasa memegang smartphone terus-menerus saat melayani pembeli. Tapi sebelum pakai QRIS, jujur jauh lebih melelahkan karena setiap malam minggu masalah utamanya adalah kehabisan uang recehan. Transaksi jadi macet dan terasa sulit karena tidak ada uang kembali untuk pembeli,” ujar Eji mengenang masa-masa awal usahanya.

Baca Juga :  Aula Ranowangko Beach Resort Minahasa Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

​Namun, setelah melihat rekan-rekan sesama pedagang di Kawasan Sun Bae mulai beralih ke non-tunai, Eji akhirnya memutuskan ikut memasang barcode QRIS di meja mobil jadulnya.

​”Sekarang setelah pakai QRIS, saya baru sadar ini sangat menguntungkan. Tidak ada lagi drama sibuk mencari kembalian ke lapak sebelah atau pembeli yang batal belanja karena uang mereka pecahan besar. Semua pas, langsung masuk rekening,” tambahnya.

​Kemudahan transaksi digital ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung yang memadati Kawasan Sun Bae sejak matahari terbenam.

Seorang pengunjung sedang memindai (scan) kode QRIS menggunakan smartphone saat bertransaksi di salah satu food truck Kawasan Sun Bae, Megamas, Manado, Kamis (24/9/2026). Standardisasi pembayaran digital ini menjadi pilihan utama generasi muda karena menawarkan efisiensi tanpa repot membawa dompet fisik. (Foto: Aldy Pascoal / Jaguarinfo.id)

Tessa Melisa (22), seorang mahasiswa perguruan tinggi di Manado yang sedang nongkrong di sana, mengaku sangat terbantu dengan adanya standardisasi pembayaran digital ini.

​”Nongkrong di Kawasan Sun Bae ini seru karena konsep mobil-mobil jadulnya unik, bisa melihat pemandangan sunset, dan yang paling penting pembayarannya sangat mudah. Tinggal scan QRIS pakai mobile banking atau e-wallet, transaksi langsung selesai dalam hitungan detik tanpa perlu repot bawa dompet tebal,” kata Tessa setelah membeli makanan ringan.

Baca Juga :  Aktivitas Kembali Normal, Layanan Astra Honda Care Siap Bantu Pengendara di Manado
​BI Sulut: Keuangan Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

​Keberhasilan digitalisasi di Kawasan Sun Bae ini sejalan dengan misi Bank Indonesia dalam melakukan optimalisasi keuangan digital untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

​Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengungkapkan bahwa fenomena di kawasan tersebut merupakan model pengembangan ekonomi kreatif yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

​”Saya juga memang sering ke Sun Bae, dan itu menarik karena kafe-kafe di sana menggunakan mobil atau yang biasa disebut food truck berjejer. Ini fenomena yang menarik, karena termasuk juga pengembangan UMKM yang sekarang ini sangat diminati kaum muda,” ujar Joko Supratikto melalui sambungan telepon.

​Ia menambahkan, kebutuhan akan kepraktisan menjadi pendorong utama adopsi QRIS baik bagi konsumen maupun penjual.

​”Anak-anak muda maupun yang dewasa butuh kepraktisan dalam pembayaran, begitu pula para penjualnya menjadi lebih praktis sehingga semuanya sudah menggunakan QRIS. Ini menarik karena semakin mengajak masyarakat melek digital, memudahkan pelaku usaha mengelola uang masuk dan keluar sehingga lebih mudah merencanakan keuangan ke depannya serta mempermudah pencatatan,” jelasnya.

​Joko juga memaparkan bahwa adopsi serupa tidak hanya terpusat di Kawasan Sun Bae saja, melainkan akan terus didorong ke berbagai wilayah potensial lainnya di Sulawesi Utara, seperti Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kota Kotamobagu, dan daerah lain.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem transaksi digital QRIS bagi UMKM.

​Sementara itu, data terakhir dari KPw Bank Indonesia Provinsi Sulut mencatat pengguna QRIS di Provinsi Sulawesi Utara pada periode Juli 2026 telah berada di angka 615.794 pengguna, dengan jumlah merchant mencapai 388.321 merchant.

Adapun tiga kabupaten/kota dengan jumlah merchant tertinggi meliputi:

​Kota Manado: 158.057 merchant

​Kabupaten Minahasa: 41.433 merchant

​Kota Bitung: 34.026 merchant

​Transformasi digital yang bergeliat dari sudut-sudut kawasan kreatif seperti Sun Bae membuktikan bahwa perpaduan estetika gaya hidup retro dan efisiensi modern merupakan wujud nyata optimalisasi keuangan digital untuk pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honda DBL North Sulawesi 2026 Tuntas, Eben Haezar dan Manado Independent School Juara
BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi
Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110
BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group
BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja
Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua
Kapolda Sulut Bersama Wali Kota Manado Tanam Mangrove di Bunaken
PT DAW Edukasi Konsumen, Kenali Perbedaan Brake Pad dan Brake Shoe Honda
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:21 WITA

Honda DBL North Sulawesi 2026 Tuntas, Eben Haezar dan Manado Independent School Juara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WITA

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WITA

BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:29 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja

Berita Terbaru