Banjir dan Tanah Longsor di Kepulauan Sangihe Terjang Rumah Warga dan Fasilitas Umum

- Aldy Pascoal

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi permukiman warga dan fasilitas umum pasca diterjang banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kondisi permukiman warga dan fasilitas umum pasca diterjang banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Jaguarinfo.id, Sangihe – Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kepulauan Sangihe menerjang permukiman warga pada 22/07/26.

Musibah bencana alam banjir serta kelongsoran di Sangihe ini terjadi akibat guyuran hujan berintensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut sejak 21/07/26.

​Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Kepulauan Sangihe

​Sementara itu, luapan air meluap di Kecamatan Kepl. Marore, khususnya Kampung Marore, dengan ketinggian mencapai 10 hingga 30 sentimeter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Genangan air ini memenuhi jalan umum dan halaman rumah warga, namun tidak sampai masuk ke dalam kediaman masyarakat.

Kemudian, wilayah Kecamatan Tamako mengalami dampak bencana yang lebih parah pada pukul 08.00 WITA.

Baca Juga :  ​Al Jazeera Bantah Tuduhan Israel soal Jurnalis yang Tewas di Gaza

​Selanjutnya, di Kampung Pokol, luapan air setinggi 50 sentimeter sempat menggenangi sebanyak 60 unit rumah warga. Selain itu, gelombang banjir merusak rumah milik Keluarga Manikome–Lumahedo, Keluarga Hiwoiang–Daud, dan Keluarga Viron–Naro hingga mengalami rusak berat.

Sementara itu, rumah Keluarga Apelia–Himponga di Kampung Lelipang mengalami rusak ringan pada bagian dapur. Untungnya, genangan banjir di Kecamatan Tamako telah surut pada pukul 12.30 WITA.

​Kerugian Materil Akibat Kelongsoran di Sangihe

​Selain banjir, material tanah longsor merobohkan tujuh unit rumah warga di Kampung Binala hingga mengalami kerusakan berat. Kerugian material akibat kelongsoran tersebut melanda rumah Keluarga Samalam–Tahumingge, Keluarga Mengkalor–Bio, Keluarga Solohiga–Daluase, Keluarga Marode–Sahiu, Keluarga Katamang–Ruban, serta Keluarga Katamang–Kakahis.

Baca Juga :  Festival Tulude 2026 Perkuat Ekonomi Daerah Sangihe Lewat Digitalisasi

Tak hanya rumah warga, tanah longsor juga merusak dua unit Rumah Dinas Puskesmas Siloam Tamako.

​Meskipun kerusakan bangunan cukup parah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor, S.H., M.H., menegaskan, “Pada hari Rabu tanggal 22/07/26 bertempat di wilayah Kab. Kepl. Sangihe, telah terjadi Peristiwa Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor pasca Hujan dengan Insensitas Tinggi.”

Saat ini, petugas terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Berita Terbaru