BI Sampaikan Peringatan Tekanan Ekonomi Global Akibat Geopolitik

- Aldy Pascoal

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara secara umum memaparkan kondisi perekonomian dalam acara bincang media.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara secara umum memaparkan kondisi perekonomian dalam acara bincang media.

Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) menyoroti tekanan ekonomi global yang semakin meningkat. Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, memaparkan hal ini dalam kegiatan bincang media bertajuk SENJA (Sinergi dan Jalin Komunikasi) di Ruang Tondano KPw BI Provinsi Sulut, 21/07/26.

​Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga energi dan fluktuasi pasar keuangan dunia. Akibatnya, prospek pertumbuhan ekonomi melemah. Joko menjelaskan bahwa situasi tersebut mempersempit ruang pelonggaran moneter.

​”ini kalau kita lihat kondisi Global saat ini, tantangannya masih cukup tinggi, rencana perdamaian antara iran dan AS ternyata belum berjalan baik, dan nampaknya perdamaian itu masih jauh,” kata Joko.

​Dampak Tekanan Ekonomi Global Terhadap Inflasi

​Kondisi geopolitik tersebut sangat mengganggu pasokan internasional, khususnya pasokan minyak bumi. Oleh karena itu, inflasi di berbagai negara terus merangkak naik.

​”nah kalau lihat dalam grafik ini tentunya ekonomi dunia ini cenderung melemah dan tekanan inflasi global semakin meningkat,” tambah Joko.

​Selanjutnya, banyak bank sentral merespons situasi ini dengan kebijakan moneter yang sangat ketat. Mereka mulai menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan laju inflasi secara optimal.

​”Jepang yang biasanya suku bunganya rendah sekarang sudah 1 %, Bank Sentra Filipin juga, beberapa bank sentral kawasan juga menaikan suku bunganya. Ini adalah bentuk respon bank bank sentral di dunia,” ungkap Joko.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Sambut TIFF 2026, BI Sulut Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi

​Selain itu, imbal hasil aset keuangan di negara maju tetap tinggi. Dolar Amerika Serikat juga terus menguat terhadap berbagai mata uang, termasuk Rupiah. Para investor kini mengalihkan dana mereka ke aset aman.

​Oleh sebab itu, aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia menjadi sangat terbatas.

Pihak Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau ketat perkembangan situasi ekonomi internasional ini.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031
Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya
Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar
Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:49 WITA

Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Berita Terbaru