Jaguarinfo.id, Manado – Mengambil bagian dalam kemeriahan rangkaian Urban Digifest 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara turut menggelar kegiatan edukatif berupa Talk Show dan Workshop bertajuk “Manual Brew”.
Acara yang menarik antusiasme tinggi dari para penikmat dan pelaku industri kopi ini berlangsung di Manado Town Square 3, Minggu (16/8/2026).
Menghadirkan narasumber penyeduh kopi (brewer) sekaligus barista profesional, Ryan Wibawa, talk show ini mengupas tuntas rantai industri kopi dari hulu ke hilir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu topik menarik yang dibahas adalah perbandingan seberapa besar pengaruh kualitas biji kopi (beans) dari petani dengan kompetensi teknis seorang barista dalam menyajikan secangkir kopi.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ryan memaparkan bahwa secara teknis penyeduhan, persentase peran barista sebenarnya tidak terlalu dominan jika dibandingkan dengan proses panjang di hulu.
”Maksudnya secara part-part-nya barista tuh mungkin cuma 10 sampai 15 persennya aja. Kenapa? Karena part lainnya sudah dilakukan sama petani. Atau mungkin kalau ada prosesor, lalu ada roaster, dan terakhir di tangan baristanya. Ibaratnya tidak banyak sebenarnya yang barista bisa ubah. Yang bisa dilakukan adalah barista memastikan bahwa kopi yang sudah lewat journey-nya panjang banget, kualitasnya tetap terjaga di tangan customer,” jelas Ryan.
Meski persentase secara teknikal relatif kecil, Ryan menegaskan bahwa ada tanggung jawab krusial yang menanti di ujung rantai distribusi.
Menurutnya, dampak paling besar dari seorang barista adalah kemampuannya memberikan nilai tambah melalui komunikasi, mengedukasi pelanggan, serta mengapresiasi kerja keras para petani dan roaster di belakang layar.
”Teman-teman barista adalah seorang storyteller, seorang pembawa pesan, seorang pembawa cerita. Customer nggak akan tahu kopinya dari mana, petaninya namanya siapa, atau prosesnya seperti apa kalau baristanya nggak bilang. Jadi responsibility kita nggak cuma bikin kopinya enak, tapi bagaimana orang yang mendapatkan kopi tersebut mendapatkan value lebih. Karena coffee shop itu lebih besar dari sekadar transaksional orang jual dan beli, tapi ada interaksi antarmanusia yang membuatnya jadi beda,” tegasnya membagikan inspirasi.
Kehadiran talk show dan lokakarya di Urban Digifest 2026 ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keahlian teknis para peracik kopi di Sulawesi Utara, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk terus mengedepankan nilai cerita pada setiap cangkir demi memajukan ekosistem industri kopi lokal.















