Jaguarinfo.id, Bitung – Ditpolairud Polda Sulawesi Utara menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Pateten 1, Lingkungan 2, RT 06, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sabtu (17/10/2026).
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Personel Ditpolairud membawa bantuan berupa sembako, perlengkapan balita, alat mandi, dan pakaian layak pakai untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran terjadi pada Jumat (16/10/2026) dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA. Peristiwa itu melanda kawasan permukiman padat penduduk dan menghanguskan sedikitnya 17 hingga 19 bangunan rumah.
Sebanyak 14 rumah dilaporkan ludes terbakar, sedangkan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat dan terdampak. Akibat kejadian tersebut, sekitar 25 kepala keluarga atau lebih dari 78 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar warga yang terdampak bekerja sebagai nelayan.
Ditpolairud Polda Sulut Bantu Warga Terdampak
Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengatakan, pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran di kawasan yang berdekatan dengan Mako Ditpolairud Polda Sulut.
“Kegiatan hari ini kita mendengar ada informasi bahwa di wilayah Aertembaga, dekat dengan Mako Ditpolairud Polda Sulut, ada kejadian kebakaran rumah warga yang sebagian besar adalah nelayan,” ujar Bayuaji di lokasi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut juga menyasar enam balita yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Selain itu, pihak terkait telah menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga terdampak.
“Ada 17 rumah, kurang lebih 25 KK, dan ada 6 balita. Tentunya kami hadir di sini untuk berempati kepada warga yang korban kebakaran ini, dan kita hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan bantuan sembako, alat-alat mandi, dan pakaian layak pakai, serta perlengkapan untuk balita. Karena kami dapat informasi ada 6 balita yang rumah tinggalnya sudah tidak ada. Tentunya di sini juga sudah disiapkan tenda darurat oleh Polres Bitung, oleh BNPB, serta Dinas Sosial Kota Bitung,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan, Bayuaji mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat tentunya senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama listrik di rumah, kemungkinan sudah lama maupun ada beban yang berat di kelistrikan itu sehingga menimbulkan kebakaran. Kemudian membuang puntung rokok serta yang lainnya yang bisa mengakibatkan kebakaran,” imbuhnya.
Warga Berharap Bantuan Perlengkapan Sekolah
Kepala Lingkungan setempat, Alwiyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Ditpolairud Polda Sulut. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.
“Sangat membantu warga kami, Makasih banyak Polairud sangat membantu masyarakat,” ungkap Alwiyah.
Namun, ia juga berharap pemerintah memberikan bantuan tambahan bagi anak-anak sekolah yang kehilangan perlengkapan belajar akibat kebakaran.
Alwiyah menyebut sekitar 10 anak sekolah kehilangan seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya. Ia berharap anak-anak tersebut bisa kembali mengikuti kegiatan belajar pada Senin.
“Kami berharap bantuan lain bagi anak-anak sekolah. Ada sekitar 10-an anak sekolah. Mereka sudah tidak punya seragam dan alat perlengkapan sekolah, terbakar semua, peralatan sekolah dari tas, sepatu, semua habis terbakar. Jadi itu yang diharapkan kepada pemerintah. Kalau boleh hari Senin semua sudah boleh sekolah,” harapnya.
Mengenai penyebab kebakaran, Alwiyah mengatakan dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih sebatas dugaan berdasarkan informasi yang disampaikannya.
“Hari Jumat dini hari sekitar jam setengah 3, jam 2 atau setengah 3 pagi. Dugaan sementara kebakaran karena korsleting arus pendek listrik,” tutup Alwiyah.
Saat ini, warga terdampak harus menjalani masa pengungsian setelah kehilangan tempat tinggal dan barang-barang mereka.
Bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban warga, termasuk memenuhi kebutuhan dasar serta perlengkapan sekolah anak-anak.
















