Jaguarinfo.id, Manado – Dua siswa SMK Negeri 2 Manado mewakili PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) di Cari Aman Academy tingkat nasional.
Kedua siswa itu ialah Wahyudi Fahri Didipu dan Hizkia Kundimang. Mereka akan mendapat pendampingan dari Nathanael Kristian Takasihaeng selaku Task Force (Guru).
PT DAW merupakan Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara. SMK Negeri 2 Manado menjadi salah satu sekolah binaan safety riding PT DAW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PT DAW memilih kedua siswa itu melalui rangkaian Bootcamp Road to Cari Aman Academy. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Honda memperkuat edukasi keselamatan berkendara di sekolah.
PT DAW mengumumkan hasil seleksi pada 30 September 2026. Wahyudi dan Hizkia kemudian mendapat kesempatan membawa nama PT DAW ke tingkat nasional.
Brand Activation Section Head PT DAW, Jani Rondonuwu, menyebut pemilihan kedua siswa itu sebagai bagian dari komitmen perusahaan.
PT DAW ingin memberi ruang bagi generasi muda. Ruang tersebut mencakup pengembangan pengetahuan dan keterampilan keselamatan berkendara.
“Pemilihan dua perwakilan ini menjadi hasil dari proses pembekalan dan seleksi yang telah mereka jalani. Kami berharap Wahyudi dan Hizkia dapat membawa semangat keselamatan berkendara dari Sulawesi Utara ke tingkat nasional, sekaligus menjadi contoh bagi teman-teman seusianya untuk terus menerapkan budaya berkendara yang aman,” ujar Jani.
Perkuat Budaya Safety Riding
Cari Aman Academy menjadi salah satu program Honda untuk membangun kesadaran keselamatan berkendara sejak usia muda.
Peserta mempelajari teori safety riding dalam program tersebut. Mereka juga belajar mengenali potensi bahaya.
Selain itu, peserta perlu menerapkan keterampilan berkendara yang aman. Penerapan itu diharapkan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga memperkuat kemitraan PT DAW dengan sekolah binaan safety riding. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong kompetensi School Safety Riding Advisor (SSRA).
SSRA memiliki peran dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di lingkungan sekolah. Karena itu, PT DAW terus mendorong keterlibatan sekolah dalam program safety riding.
Promotion Dept Head PT DAW, Bonny Pandelaki, mengatakan Honda konsisten membangun budaya berkendara yang aman dan nyaman.
“Kami ingin edukasi safety riding tidak berhenti pada kegiatan atau kompetisi saja, tetapi dapat terus diterapkan dan dikampanyekan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Keterlibatan siswa dalam Cari Aman Academy menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam menyebarkan semangat Jago Cari Aman Biar Happy,” ujar Bonny.
Wakili PT DAW di Semarang
Wahyudi Fahri Didipu dan Hizkia Kundimang selanjutnya mengikuti Cari Aman Academy tingkat nasional.
Ajang tersebut berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center, Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung pada 6–8 Oktober 2026.
Nathanael Kristian Takasihaeng juga mendampingi keduanya sebagai Task Force (Guru).
Wahyudi dan Hizkia membawa nama PT Daya Adicipta Wisesa dalam kompetisi tersebut. Mereka bersaing dengan perwakilan Main Dealer Honda dari berbagai wilayah Indonesia.
Keikutsertaan itu memberi pengalaman baru bagi keduanya. Selain itu, program ini mendorong peran generasi muda sebagai agen keselamatan berkendara.
PT DAW bersama Honda terus menguatkan kampanye “Jago Cari Aman Biar Happy”. Kampanye tersebut mendorong kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.















