Jaguarinfo.id, Manado – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Jakarta pada 06/09/26.
Akibatnya, sebanyak delapan penerbangan Jakarta Manado terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
Ratusan penumpang kini harus menunggu kepastian jadwal penerbangan pengganti, meskipun operasional Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi (MDC) di Manado tetap berjalan normal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, data sementara pada pukul 06:30 WITA menunjukkan terdapat 978 penumpang masuk dalam daftar penundaan dan pembatalan keberangkatan.
Mereka berasal dari empat rute kedatangan dan empat rute keberangkatan.
Maskapai yang mengalami penyesuaian jadwal ini meliputi Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia. Oleh karena itu, pihak pengelola bandara segera mengambil langkah mitigasi operasional di lapangan.
Menanggapi situasi tersebut, General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, memberikan penjelasan.
“Kami memastikan kondisi para penumpang dalam keadaan baik. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak maskapai agar penumpang mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan yang diperlukan selama menunggu kepastian penerbangan berikutnya,” ujarnya.
Prioritas Keselamatan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Selain itu, penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik berpotensi menimbulkan efek berantai pada rotasi armada dan jadwal penerbangan selanjutnya.
Pihak bandara meminta seluruh calon penumpang terus memantau informasi resmi dari masing-masing maskapai sebelum berangkat menuju terminal.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi fokus utama di tengah kondisi alam yang dinamis ini.
Radityo menegaskan komitmen pengelola bandara terhadap prosedur keamanan penumpang.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami tidak ingin mengambil keputusan yang mengabaikan faktor keselamatan hanya untuk mengejar ketepatan waktu penerbangan,” tegasnya.
Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan terdampak diharapkan tetap tenang dan dapat langsung mendatangi layanan pelanggan maskapai di bandara untuk memproses pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (re-schedule).

















