Jaguarinfo.id, Manado – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulut dan Satgas Pangan Polda Sulut melaksanakan Fasilitasi Distribusi Pangan sebanyak 2,4 ton harga cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, di Manado pada 14/09/26.
Langkah taktis ini menjadi respons cepat terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit akibat penurunan produksi dan cuaca kering.
Selain itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa inflasi Sulut pada Agustus 2026 mencapai 0,29% (mtm) dan melewati batas sasaran nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“FDP merupakan instrumen intervensi jangka pendek untuk menutup kesenjangan pasokan akibat gangguan produksi dan tekanan cuaca,” ujar Joko Supratikto pada 14/09/26.
Kemudian, pasokan tiba di Manado pada malam hari tanggal 14/09/26 dan disalurkan pada pagi hari tanggal 15/09/26 agar tersedia saat pasar mulai beraktivitas.
Joko Supratikto menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat eceran sesuai Harga Acuan Penjualan. “FDP tidak dimaksudkan untuk menggantikan produksi petani Sulawesi Utara, melainkan sebagai penyangga stabilisasi harga,” tegas Joko Supratikto.
Oleh karena itu, TPID berharap langkah strategis ini mampu mengendalikan gejolak pasar hingga akhir tahun.
















