Jaguarinfo.id, Minahasa – Tim SAR gabungan terus berupaya mencari seorang anak hanyut di Minahasa, Sulawesi Utara. Korban bernama Quin Makal (10), warga Desa Kayuuwi, diduga terseret arus setelah terpeleset saat bermain di lokasi wisata Air Terjun Paris.
Hingga hari kedua pencarian, petugas belum menemukan keberadaan korban tenggelam di air terjun paris tersebut.
Peristiwa naas ini bermula ketika korban bermain bersama rekan-rekannya di Air Terjun Paris pada Sabtu, 23/05/26 siang, sekitar pukul 12.15 Wita. Saat sedang asyik bermain, korban diduga terpeleset lalu terjatuh ke dalam sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arus sungai yang sangat deras langsung menyeret tubuh bocah malang tersebut hingga hilang dari pandangan teman-temannya.
Pihak keluarga bersama pemerintah desa langsung melakukan pencarian awal pascakejadian. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Hukum Tua Desa Kayuuwi kemudian melaporkan musibah ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado pada pukul 17.20 Wita untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim Gabungan Perluas Radius Pencarian Anak Hanyut di Minahasa
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado, George Mercy Randang, melalui Humas Nuriadin Gumeleng, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat menyisir lokasi.
Petugas membagi tim menjadi dua grup untuk mengoptimalkan proses pencarian di sepanjang aliran sungai.
”Tim kami bagi 2 grup. Tim 1 melakukan penyisiran dari titik lokasi kejadian menyusuri alur sungai sejauh 2 kilometer, sedangkan Tim 2 melakukan pencarian dari menyusuri alur sungai sejauh 2 kilometer,” ungkap Nuriadin.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Amurang, Kantor SAR Manado, BPBD Minahasa, dan Satpol PP Minahasa Selatan. Selain itu, pemerintah desa dan masyarakat setempat ikut membantu proses evakuasi.
Petugas di lapangan juga memakai peralatan SAR lengkap, alat komunikasi, peralatan medis, hingga peralatan selam untuk menyisir area sungai.













