Jaguarinfo.id, Manado – Pembalap muda asal Sulawesi Utara (Sulut), Sebastian Kennard Tamuntuan, berhasil meraih juara 1 kategori Seeded B Kejurnas ITCR 1200 cc pada putaran keenam Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Utara. Kennard juga membuktikan bahwa pembalap muda daerah mampu bersaing dengan para pembalap dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kennard menutup musim kompetisi 2026 dengan hasil gemilang. Ia berhasil melewati persaingan ketat bersama 34 pembalap lainnya dalam kejuaraan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, tahun 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang balap mobil kelas kejurnas di Mandalika. Berbekal keterampilan dan pengalaman balap gokart, Kennard mampu menunjukkan kemampuan serta semangat kompetitif di lintasan.
Perjalanan Kennard Tamuntuan Menuju Podium Tertinggi
Perjalanan Kennard sepanjang enam putaran MFOS 2026 menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi.
Pada putaran pertama, ia mengalami Did Not Finish (DNF). Namun, Kennard bangkit pada putaran kedua dan ketiga dengan meraih juara tiga kategori Seeded B.
Selanjutnya, ia menempati peringkat empat pada putaran keempat. Kennard kembali meraih juara tiga pada putaran kelima sebelum akhirnya mencapai puncak prestasi pada putaran keenam.
Hasil tersebut mengantarkannya menjadi juara 1 Seeded B Kejurnas ITCR 1200 cc. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan perjuangan dan konsistensinya sepanjang musim kompetisi.
Pemerintah Sulawesi Utara Diminta Perkuat Pembinaan Otomotif
Prestasi Kennard Tamuntuan seharusnya menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan olahraga otomotif.
Pemerintah tidak cukup hanya memberikan apresiasi ketika atlet daerah meraih prestasi. Dukungan nyata juga diperlukan ketika para talenta muda membutuhkan fasilitas, pembinaan, dan kesempatan untuk berkembang.
Sulawesi Utara memiliki potensi generasi muda di bidang otomotif. Karena itu, pembinaan yang terarah, dukungan terhadap kompetisi, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Selain itu, pembinaan sejak dini dapat membantu menyalurkan minat dan hobi anak muda di bidang otomotif ke kegiatan yang positif dan terorganisasi.
Keberhasilan Kennard di Mandalika menunjukkan bahwa pembalap asal Sulawesi Utara mampu bersaing di tingkat nasional. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah perlu diwujudkan melalui kebijakan dan program pembinaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan komunitas otomotif, organisasi olahraga, pihak swasta, dan para pelaku balap juga penting untuk membuka peluang bagi lahirnya pembalap-pembalap muda berprestasi.
Kennard telah membuktikan kemampuannya di lintasan nasional. Kini, dukungan semua pihak diperlukan agar talenta muda seperti dirinya memiliki kesempatan lebih besar untuk terus berkembang.
Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat bagi Sulawesi Utara. Lebih dari itu, keberhasilan Kennard dapat menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan otomotif dan melahirkan lebih banyak juara dari daerah.
















