Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara sukses menggelar North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026. Kegiatan penting ini berlangsung di Ball Room Hotel Four Points Manado pada 7/8/26.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, hadir langsung dan memaparkan 3 poin strategis investasi untuk memajukan daerah ini.
Momentum Ekonomi dan 3 Poin Strategis Investasi
Poin pertama menyoroti momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi sebagai fondasi penting ke depan. Perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan kedua 2026 tetap tumbuh solid mencapai 5,42 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini berada di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,29 persen. Selain itu, realisasi investasi meningkat menjadi 7,12 persen, sementara lapangan usaha konstruksi tumbuh 7,63 persen.
Melihat besarnya peluang tersebut, Joko Supratikto menegaskan pentingnya eksekusi proyek secara nyata.
”Tantangan kita saat ini bukan lagi sekedar mengidentifikasikan potensi, melainkan memastikan bahwa potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek yang siap ditawarkan, dipertemukan dengan investor, tentunya investor yang tepat di Bapak-Ibu, dan pada akhirnya dapat direalisasi. Nah, sebagai gambaran Bapak-Ibu, pengembangan proyek baru ini dimulai dengan satu dedicated team meeting,” tegas Joko Supratikto.
Peran Strategis RIRU Kawal Proyek
Selanjutnya, poin kedua berfokus pada peran Regional Investor Relations Unit (RIRU). RIRU bertugas mendampingi pemilik proyek dan merancang potensi daerah menjadi investasi yang siap tawar.
Sinergi RIRU ini melibatkan Gubernur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bank Indonesia, serta berbagai instansi vertikal lainnya.
”Investor memerlukan komitmen proyek yang jelas, informasi yang memadai, proyek yang siap, serta dukungan koordinasi yang berkelanjutan. RIRU mengambil peran strategis bersama-sama, sinergi bersama-sama untuk mewujudkan hal tersebut. Nah, sebagai gambaran Bapak-Ibu, pengembangan proyek baru ini dimulai dengan satu dedicated team meeting,” jelas Joko.
Kemudian, poin ketiga menyoroti rekam jejak pendampingan proyek investasi di berbagai wilayah dan sektor. Rekam jejak ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal investasi sejak tahap persiapan hingga eksekusi.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.















