Jaguarinfo.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat kinerja positif pada sektor perdagangan luar negeri awal triwulan keempat.
Ekspor Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan sebesar 44,93 persen secara tahunan pada Agustus 2026.
Kepala BPS Sulut, Dr. Watekhi, S.Si., MSE., memimpin langsung rilis resmi statistik tersebut di Kantor BPS Sulut, Kamis 01/10/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan Nilai Ekspor Sulawesi Utara Ditopang Lemak dan Minyak Hewani/Nabati
Berdasarkan data resmi, nilai ekspor Sulawesi Utara pada Agustus 2026 mencapai US110,69 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang kuat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, catatan kumulatif Januari hingga Agustus 2026 menyentuh US848,70 juta atau naik 7,34 persen.
Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mendominasi pasar global dengan kontribusi mencapai 72,32 persen.
Sementara itu, nilai impor pada bulan yang sama mencapai US14,19 juta atau meningkat 16,41 persen.
Kendati demikian, neraca perdagangan daerah tetap membukukan surplus sebesar US96,50 juta pada Agustus 2026. Secara kumulatif dari Januari sampai Agustus 2026, total surplus neraca perdagangan mencapai US$699,87 juta.
”Kinerja perdagangan luar negeri kita menunjukkan tren yang sangat baik dan stabil sepanjang tahun ini, terutama didorong oleh kekuatan sektor pengolahan minyak kelapa sawit serta produk turunan lainnya,” ujar Watekhi dalam keterangannya di Manado pada 01/10/26.
Keberhasilan surplus perdagangan ini memperkuat optimisme pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
















