OJK Prediksi Tren Suku Bunga Kredit Perbankan Terus Melandai pada 2026

- Aldy Pascoal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK memprediksi tren penurunan suku bunga kredit perbankan berlanjut pada 2026 didukung penurunan BI Rate dan likuiditas yang memadai.

OJK memprediksi tren penurunan suku bunga kredit perbankan berlanjut pada 2026 didukung penurunan BI Rate dan likuiditas yang memadai.

Jaguaringo.id, Manado – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan tren suku bunga kredit perbankan masih akan melandai dalam waktu dekat.

Penurunan ini terjadi seiring merosotnya suku bunga acuan serta perbaikan struktur pendanaan pada industri keuangan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa rerata bunga pinjaman rupiah per Maret 2026 berada di level 8,76 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini menunjukkan penyusutan dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar 8,80 persen maupun Maret 2025 yang mencapai 9,20 persen.

Penurunan BI Rate Picu Suku Bunga Pinjaman Rendah

Dian menjelaskan bahwa penurunan beban pinjaman terutama menyasar segmen kredit produktif. Hal tersebut mencakup Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi yang sangat krusial bagi dunia usaha.

Kebijakan BI Rate yang turun dari 5,75 persen pada tahun lalu menjadi 4,75 persen menjadi motor utama perubahan ini. Dampaknya, rerata suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) juga ikut turun ke level 2,66 persen.

​Meskipun demikian, transmisi kebijakan moneter terhadap bunga kredit bank memerlukan jeda waktu tertentu untuk sampai ke tangan nasabah.

Baca Juga :  Honda DAW Gelar Media Gathering 2025, Semua Jurnalis Pulang dengan Membawa Penghargaan

Dian menegaskan bahwa penyesuaian bunga pada setiap bank akan sangat bergantung pada strategi bisnis masing-masing. Selain itu, struktur biaya dana atau cost of fund tetap menjadi pertimbangan utama perbankan dalam mengambil keputusan.

Oleh karena itu, OJK terus mengimbau bank agar menyesuaikan bunga secara bertahap dengan menjaga kesehatan rasio keuangan.

Likuiditas Memadai dan Optimisme Sektor Riil

Di tengah dinamika global, OJK menilai likuiditas perbankan nasional masih sangat kuat untuk mendanai sektor riil.

Indikator ekonomi domestik seperti Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 122,89 memperkuat optimisme ini.

Selanjutnya, PMI Manufaktur Indonesia yang ekspansif di posisi 50,1 menandakan aktivitas produksi tetap berjalan normal.

Sinergi antara pemerintah dan regulator menjadi kunci utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil.

​Namun, OJK tetap waspada terhadap volatilitas ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Dian menyatakan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap setiap bank secara individu.

Bank juga wajib memperkuat mitigasi risiko melalui pelaksanaan stress test secara berkala. “Perbankan perlu melakukan identifikasi risiko secara dini dan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat dan terukur,” tutur Dian.

Baca Juga :  OJK Beberkan Kondisi Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo
Ruang Pembiayaan Produktif Masih Terbuka Lebar

​Data OJK mencatat posisi undisbursed loan atau fasilitas kredit yang belum cair mencapai Rp2.527,46 triliun per Maret 2026. Walaupun nominalnya meningkat, persentase terhadap total kredit justru menurun menjadi 29,19 persen.

Fenomena ini menandakan bahwa perbankan nasional masih memiliki ruang sangat besar untuk menyalurkan pembiayaan.

Faktor siklus bisnis dan progres proyek biasanya menjadi alasan utama nasabah belum menarik seluruh pinjaman mereka.

​Dian merasa optimis bahwa angka kredit yang belum terserap akan menurun seiring meningkatnya kepercayaan pelaku usaha.

Dengan likuiditas yang melimpah dan tren penurunan suku bunga kredit perbankan, fungsi intermediasi diharapkan semakin kuat.

Perbankan nasional terbukti memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Sinergi kebijakan yang solid akan memastikan penyaluran kredit tetap sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

Aldy Pascoal (UKW 27192)

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sulut dan Gakkum Kehutanan Tertibkan Tambang Ilegal di Taman Nasional Bogani
YKPI dan Bhayangkari Sulut Sosialisasikan Deteksi Dini Kanker Payudara di Polda Sulut
CEO PT TMS Laporkan Tambang Ilegal di Wilayah Konsesi Sangihe ke Polda Sulut
Tiga Rumah Hangus dalam Kebakaran di Sario Manado, Polisi Selidiki Penyebabnya
BREAKING NEWS ! Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Sario Manado, 9 Unit Damkar dan 2 Unit Watercanon Polda Sulut Diturunkan
Asap Selimuti Sulut, GM Bandara Sam Ratulangi Pastikan Penerbangan Tetap Normal
Plt Kajati Sulut Feri Tas Hadiri Rakor Pengawasan Peran Gubernur Bersama Komisi II DPR RI
Wakapolda Sulut Susetio Cahyadi Jabarkan 8 Poin Polisi Bersama Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:26 WITA

Polda Sulut dan Gakkum Kehutanan Tertibkan Tambang Ilegal di Taman Nasional Bogani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44 WITA

YKPI dan Bhayangkari Sulut Sosialisasikan Deteksi Dini Kanker Payudara di Polda Sulut

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:42 WITA

CEO PT TMS Laporkan Tambang Ilegal di Wilayah Konsesi Sangihe ke Polda Sulut

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Tiga Rumah Hangus dalam Kebakaran di Sario Manado, Polisi Selidiki Penyebabnya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:25 WITA

BREAKING NEWS ! Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Sario Manado, 9 Unit Damkar dan 2 Unit Watercanon Polda Sulut Diturunkan

Berita Terbaru