Jaguarinfo.id, Bitung – Satuan Tugas (Satgas) Pulau-Pulau Terluar terus menunjukkan performa optimal dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di garda terdepan.
Kehadiran satgas gabungan tidak hanya berfokus pada pengamanan teritorial dari potensi pelanggaran batas negara dan masuknya warga negara asing secara ilegal, melainkan juga aktif mengawal kedaulatan ekonomi melalui peredaran mata uang rupiah yang sah di pulau-pulau terluar seperti Miangas dan Marore.
Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., menjelaskan bahwa tugas pengamanan di wilayah perbatasan dijalankan secara terpadu dengan melibatkan berbagai matra pertahanan serta instansi pemerintah terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kita di pulau-pulau terluar memang ada seperti yang paling luar ya, seperti di Miangas maupun di Marore. Kita ada Satgas pulau-pulau terluar, yaitu TNI Angkatan Laut, kemudian ada TNI Angkatan Darat juga, ada Angkatan Udara dan juga instansi pemerintah yang lain di sana,” ujar Laksda Dery saat diwawancarai awak media usai pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Dermaga Samuel Languyu, Satrol Kodaeral VIII, Jumat (11/9/2026).
Ia menekankan bahwa tantangan di wilayah perbatasan menuntut adanya integrasi lintas sektor.
Penjagaan tidak sebatas aspek pertahanan fisik dari ancaman asing, melainkan juga perlindungan kedaulatan finansial daerah dari peredaran mata uang asing yang tidak sah.
Melalui sinergi erat dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara dan pihak Imigrasi, stabilitas ekonomi dan keamanan di beranda terluar NKRI dapat terus dipelihara.
”Di sana juga kita bekerja sama berintegrasi dalam rangka mengamankan kedaulatan di sana. Karena tidak hanya kedaulatan wilayahnya saja, termasuk masuknya masyarakat asing, kemudian termasuk juga ini, yaitu kedaulatan rupiah atau uang-uang asing juga kita bekerjasama dengan BI, imigrasi, dan sebagainya di sana,” tambahnya.
Pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat rasa nasionalisme masyarakat di pulau-pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kehadiran Satgas TNI bersama instansi berwenang memastikan bahwa kedaulatan Indonesia, baik secara teritorial maupun moneter, tetap terjaga tanpa kompromi.
















