Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan instansi terkait menyelenggarakan kegiatan Sinergi Pasar Murah di Manado pada 23/07/26.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Bank Indonesia.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan alasan utama pelaksanaan program ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kondisi inflasi Sulut pada Juni 2026 mencapai 2,12% (mtm) atau secara tahun berjalan 4,48% (ytd) melewati rentang sasaran nasional 2,5% ± 1%,” kata Joko.
Komoditas cabai rawit, bawang merah, dan beras memicu kenaikan harga bulanan tersebut akibat gangguan pasokan dan distribusi. Oleh karena itu, BI langsung mengambil langkah cepat berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
”Pengedalian inflasi menjadi penting terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pasar murah dengan harga yang terjangkau,” ujar Joko menegaskan.
Kolaborasi Nyata Sinergi Pasar Murah
Selanjutnya, Asisten II Setda Provinsi Sulut, Jemy Ringkuangan, sangat mengapresiasi langkah kolaborasi ini. Jemy berharap sinergi ini terus berjalan agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan memajukan UMKM lokal.
Sebagai bentuk inovasi, panitia juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Masyarakat cukup memindai QRIS senilai Rp73 untuk mendapatkan voucer diskon sebesar Rp5.000.
Hingga acara berakhir, warga berhasil menggunakan sebanyak 760 voucer. Pasar murah ini sukses menyalurkan berbagai kebutuhan pangan strategis, mulai dari 1,5 ton beras, ratusan kilogram cabai, telur ayam, hingga kebutuhan dapur lainnya.
















