Sinergi Pasar Murah BI Sulut Tekan Inflasi Pangan di Manado

- Aldy Pascoal

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, menyampaikan sambutan dalam acara Sinergi Pasar Murah di Manado, 23/07/26. Kegiatan ini merupakan kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, menyampaikan sambutan dalam acara Sinergi Pasar Murah di Manado, 23/07/26. Kegiatan ini merupakan kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan instansi terkait menyelenggarakan kegiatan Sinergi Pasar Murah di Manado pada 23/07/26.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Bank Indonesia.

​Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan alasan utama pelaksanaan program ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kondisi inflasi Sulut pada Juni 2026 mencapai 2,12% (mtm) atau secara tahun berjalan 4,48% (ytd) melewati rentang sasaran nasional 2,5% ± 1%,” kata Joko.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Turun di November 2025, Rasio terhadap PDB Makin Sehat

​Komoditas cabai rawit, bawang merah, dan beras memicu kenaikan harga bulanan tersebut akibat gangguan pasokan dan distribusi. Oleh karena itu, BI langsung mengambil langkah cepat berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

​”Pengedalian inflasi menjadi penting terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pasar murah dengan harga yang terjangkau,” ujar Joko menegaskan.

​Kolaborasi Nyata Sinergi Pasar Murah

​Selanjutnya, Asisten II Setda Provinsi Sulut, Jemy Ringkuangan, sangat mengapresiasi langkah kolaborasi ini. Jemy berharap sinergi ini terus berjalan agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen untuk Stabilisasi Rupiah

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan memajukan UMKM lokal.

​Sebagai bentuk inovasi, panitia juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Masyarakat cukup memindai QRIS senilai Rp73 untuk mendapatkan voucer diskon sebesar Rp5.000.

​Hingga acara berakhir, warga berhasil menggunakan sebanyak 760 voucer. Pasar murah ini sukses menyalurkan berbagai kebutuhan pangan strategis, mulai dari 1,5 ton beras, ratusan kilogram cabai, telur ayam, hingga kebutuhan dapur lainnya.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok
Jelang SMSI 2026, Forum Peduli GMIM Sampaikan 5 Poin Pernyataan Sikap di Manado
Pentingnya Etika Berkendara, DAW Ajak Pengendara Bangun Kesadaran Bersama
Aplikasi Daya Auto Hadirkan Solusi Praktis Ingat Jadwal Servis Motor Honda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:18 WITA

Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:34 WITA

Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok

Berita Terbaru