Jaguarinfo.id, Manado – Penyelenggaraan Urban Digifest 2026 oleh KPw Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara membawa dampak positif bagi UMKM. Salah satunya adalah Tenun Kawanua yang meraup pasar baru lewat acara ini.
Kegiatan ini berlangsung di Manado Town Square 3, dari tanggal 12 – 16 Agustus 2026.
Event tersebut tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, tetapi juga memperluas pasar bagi produk wastra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengelola Tenun Kawanua, Anggi Pratiwi, menyampaikan apresiasi atas langkah KPw BI Sulut mengadakan Urban Digifest 2026. Acara ini sangat membantu usahanya menjangkau masyarakat yang belum mengenal wastra.
”Saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya Urban Digifest ini. Kita jadi banyak lebih dikenal. Jadi kan bukan lagi sama pecinta wastra ya. Sama orang-orang yang belum kenal wasra atau baru mau lihat wasra, Torang malah terbantu sekali. Jadi torang customer itu boleh mau lebih luas lagi,” ujar Anggi di stannya Minggu, 16/08/26.
Dampak Positif Urban Digifest 2026 bagi Tenun Kawanua
Selain memperluas pasar, Urban Digifest 2026 memberi kemudahan akses bagi pelanggan Tenun Kawanua. Galeri yang berlokasi di Tompaso sering terasa jauh bagi sebagian pembeli.
”Dengan adanya urban ini selama lima hari ini, banyak banget sebenarnya pelanggan-pelanggan Torang yang tadinya harus jauh ke sana, orang cuma cukup sampai di sini,” tambah Anggi.
Keterlibatan Tenun Kawanua juga menjadi ajang promosi rumah tenun mereka. Sejak menggeluti dunia wastra tahun 2010, Anggi aktif mengedukasi generasi muda.
Di Tompaso, pengunjung bisa melihat pembuatan wastra dan mengunjungi beberapa museum budaya.
”Jadi berharapnya tadinya kan biasanya orang kalau rumah tenun yang terbuka untuk umum itu targetnya memang anak-anak supaya anak-anak itu banyak bisa tahu bikin wastra itu seperti apa sih,” pungkasnya.
Kehadiran pameran wastra ini sangat penting. Urban Digifest 2026 diharapkan terus berlanjut agar lebih banyak UMKM yang berkembang dan budaya lokal tetap lestari.
















