Jaguarinfo.id, Manado – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan resmi membuka peringatan World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia di Courtyard Hotel, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting. Hadir Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus bersama istri, Anik Selvanus, serta Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay bersama istri, Merry Kalalo.
Selain itu, hadir unsur Forkopimda Sulawesi Utara, para bupati dan wali kota se-Sulut, Director General International Coconut Community (ICC) Dr. Jelvina Allow, Ketua Panitia Jimmy Ringkuangan, delegasi dari 21 negara, akademisi, serta undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kelapa sebagai komoditas strategis. Menurut dia, kelapa memiliki nilai ekonomi dan peluang hilirisasi yang tinggi.
Ia mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan perkebunan dan hilirisasi produk kelapa.
Pembahasan tersebut juga menjadi bagian dari rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden.
“Kelapa ini akan menjadi salah satu komoditas utama yang harus kita kembangkan. Sebagaimana diketahui, nilai ekonomi kelapa sekarang ini lebih tinggi dari perkebunan yang lain. Bahkan, teman-teman dari kalangan penghasil sawit pun mengakui bahwa kelapa saat ini lebih menguntungkan dan jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan komoditas perkebunan lainnya,” ujar Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan Soroti Kemandirian Pangan
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyampaikan apresiasi kepada International Coconut Community (ICC) atas penyelenggaraan World Coconut Day di Indonesia.
“Kami impor beras 4,5 juta ton per tahun, gandum 13 juta ton per tahun, gula 6 juta ton per tahun, kedelai hampir 4 juta ton per tahun, dan garam hampir 4 juta ton per tahun. Hampir semua sektor pangan kita impor, termasuk sapi 1 juta ekor per tahun ditambah 200 ribu ton daging beku,” terang Zulhas.
Ia menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Zulhas menyebut pemerintah telah berhasil menghentikan impor untuk delapan komoditas.
Komoditas tersebut antara lain padi, beras, jagung, telur ayam, cabai, serta beberapa komoditas lainnya.
Selain pangan, pemerintah juga akan fokus mengembangkan sektor perikanan pada tahun ini. Targetnya, Indonesia dapat menjadi negara eksportir karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan.
Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Zulhas mengatakan sektor perkebunan juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo. Pemerintah kini mendorong pengembangan perkebunan rakyat secara lebih merata.
Menurutnya, pengembangan tidak lagi hanya berfokus pada perkebunan besar. Pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, pemerintah mulai memberikan perhatian lebih besar kepada perkebunan rakyat.
Kelapa, kopi, cokelat, dan cengkeh menjadi sejumlah komoditas unggulan dalam pengembangan ekosistem perkebunan rakyat.
Peringatan World Coconut Day di Manado diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat hilirisasi kelapa. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi kelapa Indonesia di pasar global.
















