Pilkada Tidak Langsung Tekan Biaya Politik Jika Partai Reformasi

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Manado – Pakar politik dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Ferry Daud Liando, menyoroti tingginya ongkos politik dalam sistem pemilihan langsung. Fenomena ini berdampak buruk pada kualitas pemimpin yang dihasilkan oleh proses demokrasi tersebut.

Biaya kampanye yang selangit hingga mahar politik membuat kontestasi hanya menjadi panggung bagi figur bermodal besar.

​Ferry menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi “Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada” di Manado, Selasa (3/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai masyarakat sering memilih bukan berdasarkan hati nurani. Sebaliknya, pemilih cenderung terjebak dalam praktik transaksional di tingkat akar rumput. Kondisi ini menuntut adanya evaluasi mendalam terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah yang sedang berjalan.

​Ferry melihat mekanisme pemilihan melalui DPRD atau pilkada tidak langsung memiliki keunggulan teknis yang nyata. Sistem ini mampu mengendalikan biaya karena kandidat tidak perlu melakukan kampanye terbuka yang menguras energi dan dana. Pemilihan hanya melibatkan anggota legislatif sebagai perwakilan rakyat sehingga prosesnya jauh lebih ringkas dan hemat anggaran negara.

​”Memang kalau dari segi pembiayaan di DPRD, dilakukan begitu efisien. Cuma perlu sepotong kertas satu kotak, gunting-gunting empat puluh lima pemilih, cuma itu saja biaya,” ujar Ferry. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa efisiensi ini harus sejalan dengan perbaikan kualitas institusi. Perubahan sistem pemilihan lewat parlemen tersebut tidak akan bermakna tanpa pembenahan serius di internal partai politik.

Baca Juga :  Kapolresta Manado Buka Turnamen Bulutangkis Polresta Manado, Siap Gelar Kejuaraan Badminton Kapolda Cup
​Reformasi Partai Kunci Sukses Pemilihan Lewat Parlemen

​Kualitas pemimpin dalam pilkada tidak langsung sangat bergantung pada kemampuan partai membina kadernya. Ferry menegaskan bahwa partai politik adalah pintu utama bagi lahirnya calon kepala daerah. Jika partai gagal melahirkan kader terbaik, maka sistem apa pun tidak akan mampu memperbaiki kualitas kepemimpinan nasional maupun daerah.

​”Artinya kan undang-undang mengatakan kandidat itu peserta pemilu itu adalah dari partai politik. Jadi kalaupun sistem pilkada itu kita perbaiki, kalau misalnya di partai politik tidak melahirkan orang-orang terbaik, itu juga akan susah,” ucapnya lagi.

​Pengamat kebijakan publik dari Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit), Apriles A. Mandome, mendukung gagasan tersebut. Ia percaya reformasi sistem dan pembenahan partai bisa berjalan beriringan. Syarat utamanya adalah adanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan para elit partai. Tanpa komitmen ini, perubahan sistem hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak substansial.

Baca Juga :  Stafsus Olahraga Apresiasi Kepedulian Gubernur Yulius Selvanus di Boxing on the Street 2026 Manado

​Apriles berpendapat bahwa sistem rekrutmen internal yang lemah menjadi akar mahalnya ongkos politik selama ini. Jika partai melakukan seleksi berbasis kapasitas dan integritas, maka pemilihan melalui legislatif akan menjadi mekanisme yang lebih terukur. Proses ini jauh lebih terkendali daripada kompetisi terbuka yang penuh risiko politik uang.

​Sosiolog dari Universitas Katolik De La Salle Manado, Valentino A. Limowa, menambahkan bahwa beban demokrasi tidak boleh hanya tertumpu pada pundak masyarakat. Ia menilai kunci perbaikan justru terletak pada penguatan kelembagaan partai politik. Demokrasi harus berjalan bersamaan dengan proses edukasi politik yang konsisten agar masyarakat semakin cerdas.

​”Jadi bukan masyarakat yang harus dipersalahkan. Yang harus dibenahi adalah kelembagaan partai politik,” tegas Valentino.

Ia meyakini sistem pemilihan melalui wakil rakyat akan bergantung sepenuhnya pada kualitas institusi yang menjalankannya. Oleh karena itu, partai harus menjadi sekolah politik yang mencetak pemimpin berintegritas tinggi.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sianida dan Barang Ilegal, Kodaeral VIII Selamatkan Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah
Otban VIII Manado Pastikan Pemulangan 359 Jemaah Haji Kloter 5 Berjalan Lancar
AHRT Dominasi Podium ARRC Motegi 2026 dengan Performa Tangguh CBR Series
Stok Pertalite Aman, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi ke SPBU Lancar
Sukses Pemulangan Jemaah Haji 2026, Kakanwil Kemenag Sulut Puji Sinergi Pemerintah dan Pihak Terkait
Pemprov Sulawesi Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Bandara Sam Ratulangi
Tampil Memukau, 3 Pembalap Muda Sulawesi Utara Harumkan Nama Daerah di Sirkuit Mandalika
Pemprov Sulut Resmi Batasi Penggunaan Ponsel Anak demi Keamanan Digital
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:39 WITA

Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sianida dan Barang Ilegal, Kodaeral VIII Selamatkan Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:00 WITA

Otban VIII Manado Pastikan Pemulangan 359 Jemaah Haji Kloter 5 Berjalan Lancar

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:42 WITA

AHRT Dominasi Podium ARRC Motegi 2026 dengan Performa Tangguh CBR Series

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:33 WITA

Stok Pertalite Aman, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi ke SPBU Lancar

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:25 WITA

Sukses Pemulangan Jemaah Haji 2026, Kakanwil Kemenag Sulut Puji Sinergi Pemerintah dan Pihak Terkait

Berita Terbaru