Jaguarinfo.id, Manado – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII mencatatkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia.
Tim Quick Response (QR)-8 Kodaeral VIII berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal jaringan internasional, dengan total potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai lebih dari Rp1,008 miliar.
Keberhasilan operasi senyap ini diumumkan langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., dalam konferensi pers yang berlangsung di Joglo Makodaeral VIII, Sabtu (13/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Operasi Penindakan
Operasi ini bermula pada Jumat (12/6/2026), saat tim intelijen Kodaeral VIII mendeteksi pergerakan mencurigakan di perairan wilayah Sulawesi Utara.
Berbekal informasi akurat, Tim QR-8 langsung melakukan pengejaran terhadap kapal target.
Kapal jenis pumpboat bernama ARRIL, yang berciri fisik lambung berwarna putih-biru dan sempat mengibarkan bendera Indonesia, berhasil dicegat oleh petugas di tengah laut.
Temuan Barang Bukti Berbahaya
Saat dilakukan penggeledahan menyeluruh, petugas menemukan muatan ilegal yang disembunyikan di atas kapal.
Temuan yang paling mencolok adalah 20 karung bahan kimia beracun jenis Sianida (CN) dengan berat bersih 650 kilogram atau total bruto mencapai 1 ton.
Selain bahan kimia berbahaya, petugas juga mengamankan:
Minuman Keras Ilegal: 8 botol berbagai merek (2 botol Tundway, 2 botol Fundador 1 liter, dan 4 botol Mojito 1 liter).
Perlengkapan Kapal: 3 unit motor tempel merek Yamada (18 PK) yang diduga digunakan pelaku untuk memacu kecepatan guna menghindari pengejaran petugas.
Dalam operasi ini, pelaku penyelundupan yang berhasil diamankan diketahui merupakan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina.
Sinergitas Keamanan Perbatasan
Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menjaga wilayah perairan dari ancaman lintas negara.
”Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan laut demi mencegah masuknya barang-barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan merugikan negara,” ujar Laksda TNI Dery.
Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir jajaran pejabat utama Kodaeral VIII, di antaranya Wadan Kodaeral VIII, Ir Kodaeral VIII, Asintel, Asops, Kadispen, Kadiskum, serta Danden Intel Kodaeral VIII.
Operasi ini juga mendapat apresiasi atas sinergitas yang kuat antarinstansi, dengan hadirnya perwakilan dari Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Utara dan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulut.
Seluruh pihak berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan di wilayah Sulawesi Utara.















