Jaguarinfo.id, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Di tengah ratusan peserta yang didominasi lanjut usia, perhatian publik tertuju pada satu sosok remaja belia.
Ini dia calon haji termuda yang siap berangkat ke Tanah Suci mewakili semangat generasi muda dari Bumi Nyiur Melambai.
PLT Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut, Wahyudin Ukoli, menyampaikan bahwa total peserta yang berangkat mencapai 394 orang bersama petugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun terdapat jemaah tertua berumur 88 tahun, keberadaan calon haji termuda berusia 18 tahun ini menjadi catatan penting.
Pemerintah berkomitmen penuh menjaga kenyamanan seluruh jemaah melalui program haji ramah lansia dan disabilitas.
”Selanjutnya jemaah termuda itu umur 18 tahun, jemaah tertua mungkin tidak hadir karena dari Bolaang Mongondow tapi jemaah termuda mungkin ada, umur 18 tahun yang Insya Allah akan berangkat tahun ini bersama jemaah Sulawesi Utara,” ungkap Wahyudin Ukoli dalam laporannya.
Sosok Jemaah Termuda dari Manado yang Menggantikan Ibunda
Sosok calon haji termuda tersebut adalah Muhammad Fauzan Maulidin yang berasal dari Kota Manado.
Pemuda berusia 18 tahun ini dijadwalkan masuk dalam kloter 5 dan akan berangkat menuju embarkasi Balikpapan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Selanjutnya, ia akan terbang menuju Madinah pada Minggu, 3 Mei 2026 untuk memulai rangkaian ibadah.
Keberangkatan Fauzan tahun ini memiliki makna emosional yang sangat mendalam bagi keluarganya.
Ia hadir sebagai jemaah pengganti untuk almarhumah ibundanya, Nasha Hapili, yang telah meninggal dunia pada 24 Juli 2019 silam.
Walaupun diliputi rasa haru karena harus berangkat tanpa sang ibu, Fauzan tetap menunjukkan kondisi yang sangat tenang.
“Perasaan saya cukup tenang, tetapi di sisi lain ada rasa sedih juga karena saya berangkat untuk menggantikan almarhum ibu saya. Namun, saya berharap Insya Allah Haji ini menjadi lancar dan Insya Allah Mabrur,” jelas Fauzan pada Selasa (28/4/2026).
Persiapan Matang Peserta Haji Paling Belia Menuju Tanah Suci
Menjelang hari keberangkatan, Fauzan terus mematangkan kesiapan fisik dan mental agar ibadahnya berjalan lancar.
Ia mengaku telah mempersiapkan segala kebutuhan sejak beberapa bulan sebelumnya, terutama menjaga kondisi stamina tubuh. Hal ini penting karena rangkaian ibadah di Mekah akan menuntut jemaah untuk banyak berjalan kaki.
Selain aspek fisik, pemuda ini juga fokus memperdalam pemahaman agama dan hafalan doa. Meskipun sudah pernah melaksanakan ibadah umrah sebelumnya, ia menganggap haji ini sebagai amanah besar yang harus dijalankan sebaik mungkin.
Peran sang ayah sangat krusial dalam mendukung seluruh proses persiapan, mulai dari biaya manasik hingga perlengkapan.
“Saya mempersiapkan segala kebutuhan sejak beberapa bulan sebelumnya, termasuk menjaga kondisi fisik karena di sana nanti banyak berjalan kaki. Selain itu, saya juga mempersiapkan bacaan doa dan amalan yang akan dilakukan selama di Tanah Suci,” pungkas sang calon haji termuda tersebut.
Ibadah haji tahun ini memang menekankan pelayanan prima bagi seluruh kategori usia. Dengan keberangkatan pemuda seperti Fauzan, diharapkan amanah dari keluarga dapat terlaksana dengan sempurna di Tanah Suci.
















